banner pemprove sulsel
banner pemkot makassar 2024
iklan PDAM Pemkot Makassar

Hardiknas 2023, Disdik Makassar Luncurkan Program Gasing dan Penggunaan Baju Adat

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, H. Muhyiddin, Saat Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di SMPN 13 Makassar, Selasa 2 Mei 2023.

Makassar, SuaraLidik.com – Siswa PAUD, SD dan SMP mewajibkan untuk menggunakan pakaian adat dalam proses pembelajaran tatap muka. Mereka wajib mengenakan pakaian sebulan sekali, Selasa (02/05/2023).

Hal ini disampaikan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMP Negeri 13 Makassar. Para guru, siswa dan orang tua murid nampak mengenakan pakaian adat daerah mereka masing-masing.

“Mencanangkan setiap tanggal 1 setiap bulan berpakaian adat ini juga menyangkut komitmen kebudayaan kita,” kata Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Danny mengatakan bahwa, revolusi pendidikan di hari pendidikan nasional juga di nilai sangat penting. Ada 200 ribu siswa siswi hingga guru di Makassar kini mengikuti pelatihan Gasing, yaitu pembelajaran gampang, asik dan menyenangkan.

“Termasuk juga itu dalam revolusi pendidikan, serta termasuk dalam mencanangkan soal Gasing. Saya mentargetkan 200.000 siswa kita bisa terdidik dengan sistem GASING, yaitu sistem pengetahuan numerik bagi anak-anak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan hari pendidikan ini dilakukan dengan upacara bersama guru dan siswa.

Disdik Makassar telah melaunching program pengunaan baju adat dalam proses belajar mengajar bagi siswa.

“Ada dua yang akan dilakukan bapak Wali Kota dan sudah membicarakan tadi termasuk pakaian adat. Minimal satu kali satu bulan setiap tanggal 1 namun pakaian adat ini sudah dalam amanat di Permendikbud 50,” ujarnya.

Selain itu, yang penting saat ini bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Makassar. Ini tentu sesuai implementasi 18 program revolusi pendidikan yang telah diterapkan.

“Revolusi pendidikan itu kita implementasikan salah satunya dan adat itu melestarikan budaya kita menjadi pakaian adat,” jelasnya.

Pihaknya juga melakukan pelatihan bagi ribuan guru dan siswa SD dan SMP. Ini dilakukan agar proses belajar mengajar siswa bisa di cerna dengan baik, menyenangkan dan asik.

“Kami akan target bulan Desember semua selesai melatih termasuk guru dan murid,” tutupnya.(*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

perhapmi
perhapmi