iklan banner pemrov sulsel

Tekan Angka Stunting, Pinrang Menjadi Urutan Kedua Setelah Takalar

waktu baca 3 menit
Foto bersama Wakil Bupati Pinrang Alimin dalam acara pembukaan Rembuk Stunting, Kamis (11/6/2020)

Suara Lidik Ajatappareng – Kamis (11/6/2020) siang, Wakil Bupati Pinrang Alimin membuka acara Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Pinrang secara virtual Zoom di Jendela Lasinrang Diskiminfo.

Pembukaan Rembuk Stunting ini juga dihadiri langsung Turut Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang Andi Sri Widiyati Irwan selaku Ketua Kabupaten Sehat Pinrang.

Pantauan media, turut membawakan materi dengan tema optimalisasi penurunan stunting di Provinsi Sulsel, Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel, H. Mohammad Husni Thamrin, SKM, M.Kes. Hadir pula Anggota DPRD Pinrang, H. Alimuddin Budung, Kadis Kesehatan Pinrang dr Dyah Puspita Dewi, Kepala Bappeda, M. Idris, Kadis Ketahanan Pangan, Abdu dan pejabat terkait lainnya. Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel H. Mohammad Husni Thamrin, SKM, M.Kes dan lainnya.

Wabup Alimin, Ketua TP PKK dan Anggota DPRD Pinrang serta Pimpinan OPD terkait juga melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai tanda mendukung aksi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Pinrang.

Penurunan Angka Stunting, Pinrang Menjadi Urutan Kedua dari Takalar

stunting adalah perbandingan tinggi badan terhadap umur

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Dari 11 Kabupaten yang menjadi Lokus di Sulsel, Kabupaten Pinrang berada di urutan kedua penurunan prevelensi Stunting tertinggi setelah Takalar.

Pada tahun 2018 prevelensi Stunting Kabupaten Pinrang berada di angka 48,6. Terjadi penurunan secara signifikan di tahun 2019 di angka 27,6.

Penurunan ini buah dari upaya terencana Pemerintah Kabupaten Pinrang dan Forum Kabupaten Sehat dalam penurunan angka Stunting di kabupaten Pinrang.

Dari beberapa upaya yang dilakukan, beberapa hari yang lalu, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kesehatan dan Forum Kabupaten Sehat membagikan bantuan kepada keluarga stunting berupa susu formula dan bahan pokok untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga stunting.

Pemprov Sulsel Berkomitmen Cegah Gizi buruk

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Gammara’ta (Gerakan Masyarakat Mencegah dan Memberantas Stunting) Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (21/01/2020) – Foto Humas Sulsel

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel pada awal tahun 2020, terdapat 11 kabupaten Kota yang masuk kawasan penderita gizi buruk (stunting) yakni Kabupaten Enrekang, Bone, Pinrang, Gowa, Pankajene Kepulauan (Pangkep), Tana Toraja, Sinjai, Jeneponto, Toraja Utara, Takalar dan Kepulauan Selayar.

Enrekan dan Bone masuk kategori tinggi stunting. Data pravelansi stunting di Sulsel, yaitu di Kabupaten Enrekang 45,8 persen, dan Bone 40,1 persen.

Data ini ditanggapi Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (21/1).

Ia bahkan menargetkan prevelensi balita stunting terus menurun dari tahun ke tahun.

Dari 11 kabupaten/kota di Sulsel yang masuk kawasan penderita gizi buruk atau stunting yang relatif tinggi, Sulsel akan fokus melakukan intervensi di dua kabupaten.

Menurur Sudirman, pentingnya intervensi penyelesaian masalah stunting di Sulsel, karena akan dibuat sebagai percontohan nasional.

Untuk mengatasi gizi buruk atau stunting di Sulsel, Pemprov bahkan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 8 miliar.

Pemprov Sulawesi Selatan berkomitmen mencegah gizi buruk, dengan mencanangkan Gerakan Masyarakat Mencegah dan Memberantas Stunting.

Pada Maret 2020, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bahkan sudah melaporkan penurunan stunting hingga 5 persen kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

5 Pilar Penanggulangan Stunting

Menurut Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Bambang Widianto pada akhir tahun 2019 lalu, terdapat lima pilar penanggulangan stunting.

Ia menempatkan komitmen politik pimpinan nasional dan daerah sebagai pilar pertama.

Pertama adalah komitmen politik pimpinan nasional sampai dengan daerah. Kita tidak bisa berjalan (penanggulangannya) jika tidak ada komitmen,” tuturnya.

Pilar kedua adalah kampanye nasional dan strategi perubahan perilaku.

Pilar ketiga adalah konvergensi lintas sektor, dari pusat dan daerah.

Pilar keempat adalah ketahanan pangan dan gizi.

Pilar Kelima adalah pemantauan dan evaluasi,” tambah Bambang.

Kepala Badan Litbagkes Kemenkes Siswanto, mengatakan bahwa stunting adalah perbandingan tinggi badan terhadap umur. Cara mudah menghitungnya adalah tinggi badan balita dikonversi dengan tinggi badan standar global World Health Organization (WHO). “Angkanya kemudian berubah menjadi standar deviasi. Kalau minus, dinyatakan stunting,” tutur Siswanto. (*RSD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam