Selebaran Black Campaign “Nurdin Abdullah Pembohong” Banyak ditemukan di Bulukumba
Bulukumba,suaralidik.com – Ditemukannya selebaran kampanye Hitam (Black Campaign) yang bertuliskan ” Nurdin Abdullah Pembohong” di sekitar lalan Poros Kirasa desa Palambarae Dan Bola cippe’e desa Paenre Lompoe Kec.Gantarang Kab.Bulukumba.
Hari Jum’at (11/5/2018) pagi sekitar pukul 08.50 Wita, Pengengguna jalan poros Kirasa yang tembus ke Sinjai ini dikagetkan dengan selebaran yang tampak tercecer di pinggir jalan dengan jumlah yang banyak.
Pantauan langsung suaralidik.com, tidak sedikit pengguna jalan singgah dan mengambil beberapa selembaran tersebut kemudian membawanya pergi.
Selembaran yang bertuliskan pada bagian Head “Nurdin Abdullah Pembohong ” dilanjutkan dengan tulisan-tulisan yang membantah keras beberapa pernyataan salah satu calon gubernur provinsi sulawesi selatan yang bertagline “Prof Andalan” ini.
Dikutip dari selebaran tersebut, terdapat 5 poin penting diantaranya
1. Nurdin Abdullah Bohong !
2. Nurdin Abdullah : “Tak ada jalan satupun di Bantaeng yang tidak teraspal baik !” (Penrnyataan NA dalam Debat Kandidat di Metro TV Tanggal 19 April 2018) faktanya jalan di Bantaeng masih seperti ini : Bonto Buakang Kec. Bantaeng, Desa Bonto Salluang Kec. Bissappu dan Desa Pa’bumbungang Kec. Eremerasa Bantaeang.
3. Nurdin Abdullah : “Jadi saya undang tanggal 5 bulan Mei Kita akan launching Eksport perdana Nikel” (Pernyataan NA dalam debat kandidat di Kompas TV tanggal 28 Maret 2018) faktanya Eksport Nikel Gagal !.
4. Rakyat Sulsel.com “NA janji ekspor nikel, Faktanya tidak” dan Fajar.co.id “Kami Bantaeng, kami tolak pembohong di Pilgub Sulsel Menggema”.
5. Akankah kita memilih pembohong??
Terkait Hal Itu Tim Prof Andalan, Haeruddin Nurman mengatakan bahwa diduga selebaran itu dilakukan oleh lawan. Mereka saat ini berada dalam keadaan panik tingkat tinggi, mereka sudah tidak bisa beradu gagasan, mereka tidak mampu menjual karya mereka.
“Mereka berada pada kondisi panik tingkat tinggi, mereka tidak mampu bertarung ide dan gagasan makanya cara cara tidak fair seperti menyebar selebaran Black Campaign dilakukan untuk menjatuhkan kredibiltas kandidat kami,” ungkap Haeruddin Nurman, Jumat, (11/5/2018).
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui siapa yang melakukan penyebaran selebaran kampanye Hitam (Black Campaign) tersebut.(***Iswanto)








