Penikaman di Bonto Baji Kajang : Korban Pertanyakan Kinerja Polisi Selama 8 Bulan
suaralidik.com, BULUKUMBA – Kasus Penikaman yang menyebabkan 1 orang korban meninggal dunia dan 1 lainnya dalam keadaaan koma yang terjadi di dusun Kampung Baru Desa Bonto Baji Kecamatan Kajang hingga kini pelakunya belum ditangkap oleh aparat Polisi Polres Bulukumba. Padahal kasus itu
sudah berjalan 8 bulan.
Pihak keluarga pun mulai mempertanyakan kinerja Polisi, karena tidak ada titik terang pengungkapan para pelaku yang bahkan masih bebas berkeliaran di desa Bonto Baji. Pihak keluarga korban menilai polisi lambat dalam mengungkap kasus penikaman tersebut.
Terlebih lagi, tidak adanya informasi berarti dan terkini dari proses hukum semakin membuat luka yang mendalam bagi pihak keluarga.
” Bapak saya Parong ( Korban) dipegang oleh 2 orang pelaku satu orang yang melakukan penikaman sementara saya saat itu ada 2 pelaku yang menikam dan satu orang lainnya yang memegang saya,” kata Kamaruddin, korban kepada reporter suaralidik, Sabtu (29/05).
Kepala Dusun Balo-Balo desa Bonto Baji yang juga ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengungkapkan bahwa berkisaran 11 orang pelaku ada di lokasi kejadian. Sedangkan yang tikam korban Kamaruddin yakni Sala’ dan Lapang, sementara yang memegang adalah Manda. Sedangkan yang melakukan penikaman kepada korban Parong adalah Sala’, yang memegang pelaku atas nama Bago.
Adapun Jusman salah satu pihak keluarga korban mengaku sangat kecewa akan kinerja Polres Bulukumba, yang dinilainya sangat lamban atau lambat dalam menjalankan apa yang di amanahkan masyarakat Kajang terkhusus di Dusun Balo-Balo Desa Bonto Baji.
” Sudah 8 Bulan kejadian Penikaman bahkan pihak keluarga kami meninggal namun tidak ada titik terang oleh pihak Kepolisian, sementara pelaku masih bebas berkeliaran di dusun Balo-Balo balo bahkan biasa lewat di depan rumah. Hanya 2 orang yang di tersangkakan dan seharusnya ada 4 orang yang tersangka di kejadian ini. Saya berharap pihak Kepolisian untuk segera beri kami titik terang terhadap kejadian ini,” pintanya.








