iklan banner pemrov sulsel
Banner PDAM Makassar

Memaknai Pancasila di Tengah Pandemi Corona, Persatuan Indonesia (Sila Ketiga)

waktu baca 2 menit
Dalam menghadapi Pandemi Covid19 ini, Pancasila adalah azas Pemersatu denganengayomi Sila Ke 3 Persatuan Indonesia.

SUARALIDIK.COM – Sehebat apa pun sebuah negara kalau tidak ada kebersamaan dan kekompakan maka tunggulah kehancurannya. Banyak negara kita saksikan bubar dan berantakan karena hilangnya kepercayaan antara penguasa dengan rakyatnya. Mereka saling menjatuhkan, rakyat tidak lagi percaya sama pemimpinnya seperti Irak, Suria, Libia dan Yugoslavia.

Ketika Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Afghanistan beliau diingatkan agar menjaga baik-baik Indonesia. Kami hanya 4 Suku di Afghanistan telah berperang kurang lebih 40 tahun. Apalagi Indonesia memiliki lebih dari 200 suku dan bahasa, jikalau ini tidak dirawat dengan baik bangsa ini bisa berkeping-keping. Sebelumnya sudah ada beberapa gerakan ingin berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Virus corona harusnya menyatukan kita semua bukan sumber perpecahan saling menyalahkan dan saling menjatuhkan. Corona dianjurkan untuk melakukan Social and Physical Distancing ( jaga jarak ) tapi komunikasi secara online, virtual communication, meeting online tetap intens agar tidak terjadi kebuntuan.

Sila Ketiga mengajarkan kepada kita semua dengan berbagai macam suku, agama dan bahasa bisa menyatu dari Sabang sampai Merauku dengan ideologi Pancasila. Ini penting dipertahankan negara seluas Indonesia dan penduduk lebih dari 270 juta kita tidak boleh lengah.

Kebebasan bermedia sosial sangat sulit dibendung berita-berita hoax yang dapat merongrong persatuan dan kesatuan bangsa ini yang telah dirintis Founding Fathers ( Bapak Bangsa ). Yang disesali kalau justru anak bangsa sendiri mau menghancurkan negeri ini yang telah dibangun para pendahulunya dengan darah dan air mata.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. ( Surah Ali Imran : 103 )

M.Shodiq Asli Umar

Parepare, 03 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *