iklan banner pemrov sulsel
Artikel

Kesenjangan antara Kampung Pedalaman dan Kota

waktu baca 3 menit

Infrastruktur di kota-kota sudah sangat mewah. Gedung-gedung perusahaan dilomba-lombakan agar semakin tinggi. Jembatan diperbaiki. Mall dan kafe berserakan. Klub malam padat  pengunjungnya.  Trotoar yang biasa digunakan untuk mencari nafkah orang yang duduk di strata ekonomi sangat rendah diperindah, sementara mereka diringkus Satpol PP.

Jalan yang selalu dilalui mobil-mobil mewah diperbaiki dan diperluas, mengorbankan harga diri menginjak tanah orang miskin. Rumah mereka diruntuhkan begitu saja tanpa memperdulikan awal mula perjuangan pemilik dalam membangunnya. Seakan keindahan dan ketertiban kota sangatlah diprioritaskan.

Ilustrasi

Sayangnya, bagaimana dengan nasib jalan-jalan di pelosok negeri? Pelintasnya adalah orang-orang yang membungkukkan punggung di bawah sinar matahari. Penanam padi, penanam jagung, penanam singkong, dan penanam segala macam sayuran. Jalan kampung yang dekat dengan pesisir masih banyak yang rusak, kerikil bertebaran di mana-mana, kubangan jalan penuh dengan air hujan saat musim penghujan datang, hal itu tentu membahayakan orang kampung yang melaluinya.

                    Ilustrasi

Ditambah lagi kurangnya akses transportasi menuju pedalaman. Penduduk diharuskan berjalan berkilo-kilo meter menuju pasar untuk menjual hasil panennya. Itu saja setibanya di sana, belum tentu hasil panennya dihargai seimbang dengan keringat yang diperasnya selama berbulan-bulan. Nelayan, melawan ombak, panas, dingin, dan badai di lautan, demi menangkap ikan, pada akhirnya beberapa tangkapan disetor ke pabrik-pabrik sarden. Hasil tangkapan ikan mereka, lagi-lagi belum tentu dihargai mahal.

Para penanam kayu di hutan, kayu-kayunya diangkut beringas ke pabrik. Jika tanah longsor atau hutan gundul lantas kebakaran, adakah dari mereka yang melihat dan memberikan bantuan? Jika pun ada itu sedikit! Masyarakat kampung yang terkadang jenjang pendidikannya masih rendah sering diperlakukan tidak adil. Fasilitas di kampung belum lengkap, jaringan internet masih sulit dijangkau, transportasi sedikit, mengenaskan di berbagai daerah listrik dinyalakan secara bergilir. Sekolah-sekolah kekurangan guru. Jika ada PNS maka tidak betah bertugas lama, alasan ini dan itu.

Sementara di dalam kota? Orang dengan title tinggi justru menjadi pengangguran.Lebih mengerikan banyak dari mereka yang tidak mau bekerja kepada bangsa sebab gajinya kurang tinggi. Bayangkan kehidupan rakyat pedalaman! Petani bangun pagi, langsung  lari ke sawah, nelayan melempar jaring, buruh di pasar mengangkut barang dagangan orang.

Berapa hasil yang diterima? Sehari terkadang hanya cukup untuk memberi beras beserta lauk-pauknya, sisanya untuk uang saku anaknya besok pagi. Begitu terus-menerus. Lelah tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari nafkah.

Seimbangkah kehidupan di desa dengan di kota? Padahal jika kita mau berpikir, apa-apa yang ada di kota, lazimnya berasal dari pedesaan. Buah-buahan segar yang masuk di mall-mall, beras berkualitas, meja kursi mewah, ikan-ikan segar, sayuran yang segar, termasuk juga gedung yang berdiri kokoh dengan kesombongannya. Jika bukan orang kampung yang menjadi buruh, adakah laba masuk ke dalam perusahaan?

Lantas pantaskah orang-orang yang duduk di perkantoran mengacuhkan kehidupan masyarakat bawah? Alangkah baiknya mereka juga memikirkan nasib sehari-hari kehidupan masyarakat strata rendah.

                     Ilustrasi

Selain itu penderitaan masyarakat bawah semakin bertambah saat harga sembako naik drastis di tahun 2017 ini. Gaji PNS bertambah. Tunjangan pun diberikan. Mengapa masyarakat kecil yang menyediakan nasi beserta lauknya, dan mereka yang ikut andil membangun infrastruktur kota, menyediakan pasir, menambang batu, membuat keramik, memperbaiki jalan menjadi buruh, juga mereka-mereka yang menjadi office boy, justru tidak mendapatkan tunjangan kehidupan layak?  Secara tidak langsung orang bawahlah yang berperan penting dalam pembangunan dan mencukupi kehidupan perut bangsa dengan hasil panen mereka.

Jalan di pedalaman kurang diperhatikan. Fasilitas pendidikan masih minim. Tidak ada buku-buku sumber pengetahuan. Koran dan tabloid bahkan diasingkan dari kehidupan kampung. Seolah hanya orang yang duduk di kursi mewah saja yang pantas menikmati berita.

Kehidupan orang yang belum berkecukupan masih sering dibiarkan. Penjabat acuh tak acuh dengan amanahnya. Justru sibuk memperbincangkan kekuasaan dan nama baik. Beberapa oknum tega memakan uang rakyat di belakang panggung.

Masih Tegakah Anda menelan Keringat Mereka?

 

Titin Widyawati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam