iklan banner pemrov sulsel
Opini

Indonesia Disentil Media Asing : Gagal Tangani “Covid-19”

waktu baca 4 menit

Suaralidik.com,_Jakarta. Media Asing Melbourneasiareview mengkritik cara pemerintah Indonesia melawan virus corona jenis baru atau covid-19. Mereka menyebut cara indonesia melawan krisis adalah yang terburuk di Asia Tenggara.

Tulisan yang berjudul “Indonesia sedang mengeksploitasi krisis COVID-19 untuk tujuan yang tidak liberal” itu salah satunya menyorot angka kematian yang tinggi, yaitu diatas 7 persen. Padahal beberapa negara hanya melaporkan angka kematian pada kisaran 0-3 persen.

Keengganan pemerintah untuk memberikan jaminan sosial kepada mereka yang membutuhkan, juga dugaan penggunaan dana bantuan, adalah sebagian kecil permasalahaan lain. Indonesia juga memiliki sedikit akuntabilitas dalam kaitannya dengan penggunaan uang terkait COVID-19.

Mereka kemudian menyebut elit politik-bisnis menggunakan krisis sebagai kesempatan untuk mengeluarkan banyak undang-undang kontroversial, membuka jalan bagi para penjarah untuk lebih leluasa.

Presiden Jokowi mengumumkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang akan digabungkan dengan kebijakan “darurat sipil” untuk memberlakukan kuncian untuk memperlambat penyebaran COVID-19.

Darurat sipil diberlakukan jika PSBB yang ada tidak berfungsi dengan cukup baik.
Kelompok-kelompok advokasi berpendapat bahwa status darurat sipil tidak diperlukan sebab undang-undang tentang mitigasi bencana dan karantina kesehatan sudah cukup.

Motif pemerintah terlihat mencurigakan karena berdasarkan undang-undang karantina kesehatan yang ada (Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan), dengan menerapkan karantina teritorial (kuncian), pemerintah pusat harus menyerahkan pembayaran jaminan sosial. Namun tidak ada kewajiban seperti itu pada pemerintah ketika PSBB diterapkan, atau jika status darurat sipil berlaku.

Kendati bantuan-bantuan telah digelontorkan, pemilihan PSBB masih dianggap sebagai upaya pemerintah yang tak sanggup memberikan jaminan pada masyarakat.

Diketahui belakangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka kembali jalur transportasi, ini kemudian kembali memicu kontroversi karena potensi penyebaran virus menjadi semakin besar.

Di sisi lain, dalam beberapa hari terakhir kasus penambahan positif covid-19 naik secara signifikan, rata-rata diatas angka 400. Sementara, beberapa negara Asia Tenggara lain tampak mengalami angka penurunan.

Vietnam misalkan, sudah sejak beberapa hari terakhir tidak memiliki tambahan kasus. Begitu juga Thailand yang nol kasus dalam dua hari terakhir.Media tersebut juga menyinggung soal adanya konflik kepentingan saat pandemi terjadi.

Dua anggota staf khusus presiden yang terlibat dalam konflik kepentingan antara peran publik mereka dan kepentingan pribadi sehubungan dengan dana bantuan Covid-19. Salah satu program pemerintah yang menyediakan pelatihan online untuk pekerja diberhentikan di tengah pandemi.

Sebuah perusahaan rintisan pendidikan Ruangguru, yang CEO-nya adalah staf kepresidenan Adamas Belva Syah Devara, mengundurkan diri dalam tugasnya.

Setelah Devara, staf presiden lainnya, Andi Taufan Garuda Putra, juga telah dituduh memiliki konflik kepentingan setelah mengirim surat kepada bupati di kop surat resmi pemerintah.

Hanya ada sedikit akuntabilitas dalam hal pengeluaran terkait COVID pemerintah Respons pandemi COVID-19 pemerintah juga memberikannya kekuasaan yang berlebihan atas anggaran negara.

Segala sesuatu yang dikeluarkan oleh pemerintah sehubungan dengan COVID-19 dianggap sebagai langkah untuk mengamankan perekonomian dari krisis.

Kemudian pemerintah juga membungkam kritik, seperti terjadi pada aktivis Ravio Patra yang ditangkap kepolisian beberapa waktu lalu.

Kepolisian menuduh Ravio melakukan pesan hasutan di media sosial, padahal belakangan diketahui akun whatsapp pribadinya dibobol.

Artikel tersebut juga menyinggung soal ketidakmampuan pemerintah dalam memasang strategi. Pemerintah malah disebut mengaburkan sifat non-liberal Indonesia.

Artikel sebut mengatakan kekacauan dalam menangani wabah ini lebih baik dilihat sebagai konsekuensi dari sistem politik dan ekonomi Indonesia yang non-liberal.

Dalam konteks ini, banyak elit politik-bisnis cenderung memandang kekacauan sebagai peluang untuk mewujudkan kepentingan serta meningkatkan kekuatan dan sumber daya materi mereka. Mereka telah mengeksploitasi krisis untuk tujuan yang opresif dan mengabaikan kaum yang paling rentan (https://babe.topbuzz.com).

Sementara itu, pemerhati masalah Indonesia, Ann Davos mengatakan, ditengah banyaknya permasalahan yang harus diakui kurang berhasil diselesaikan atau dilaksanakan secara konsisten oleh pemerintah, termasuk didalamnya banyaknya opini kontradiktif yang berkembang akhir-akhir ini, bahkan oknum pejabat juga terlibat dalam pembuatan narasi kontradiktif membuat media asing semakin berani mengkritisi kinerja pemerintahan.

“Fenomena dan fakta ini jelas akan mendiskreditkan pemerintahan Jokowi bahkan akan menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan ini sinyal serius yang tidak dapat dipandang sebelah mata, oleh karena itu jajaran kementerian/lembaga harus all out bekerjasama dengan media nasional, lokal dan internasional yang pro ke Indonesia,” ujarnya menyarankan (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization