Demo Mahasiswa di Gedung DPRD Parepare, Ricuh
PAREPARE, SUARALIDIK.COM – Ribuan mahasiswa Kota Parepare yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia (API) demo di Gedung DPRD Kota Parepare, berakhir ricuh. (26/092019).
Demo ini, adalah aksi dari lanjutan sebelumnya pada Selasa, 24 September 2019 lalu, yang bertujuan menolak Rancangan Undang-undang Pertanahan, Rancangan Perubahan KUHP yang dianggap tidak pro rakyat dan Undang-undang KPK yang melemahkan KPK.
Mahasiswa awalnya tertib datang memenuhi undangan rapat paripurna di gedung dan duduk bersama DPRD Kota Parepare, namun mahasiswa kecewa. Karena pada pertemuan kali ini, DPRD Kota Parepare membacakan hasil penyataan sikap DPRD Kota Parepare yang disimpulkan dari enam fraksi partai dalam jajaran DPRD.
Sementara mahasiswa berkeinginan menghadiri undangan rapat paripurna DPRD sekaligus memantau jalannya sidang serta terlibat di dalamnya.
Asrul Setiawan, salah satu demonstran menerangkan, kalau mahasiswa kecewa karena mereka ingin terlibat dalam rapat paripurna. “kami kecewa dengan para Anggota Dewan, kami diundang rapat Paripurna, bukan untuk mendengarkan Pernyataan sikap” ungkap mahasiswa IAIN ini.
Menurutnya, kericuhan melempar kursi dipicu dari reaksi salah seorang oknum DPRD hingga masalah kian memuncak.
Akibat kerusuhan ini, Gedung DPRD Kota Parepare diubrak-abrik, kursi berserakan, pot bunga berantakan, pagar gedung DPRD dirusak serta papan nama dicoret-coret.
Yasser Latief (YL), Ketua Fraksi Partai NasDem Parepare, menandaskan, apa yang disuarakan mahasiswa adalah baik.
“Namun jangan mereduksi kebaikan itu dengan tindakan anarkis. Sehingga nantinya yang menancap di memori masyarakat adalah tindakan anarkisnya, bukan kesucian perjuanganya,” tegas Yasser Latief. (*AD).









