Alat Tes Kilat Corona Kini Juga Tersedia di RS Siloam Makassar
Makassar, suaralidik.com – Upaya pencegahan penyebaran virus SARS-Cov-2 atau yang populer disebut sebagai corona atau Covid-19 terus dilakukan oleh pemerintah indonesia.
Pemerintah telah mendatangkan alat tes kilat virus Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Alat ini diboyong langsung dari Swiss, produksi Roche Holding AG.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, pemerintah baru saja membeli alat tersebut dari Swiss Roche sekitar tiga pekan lalu. Baik RNA dan PCR, kata dia, sama sama digunakan untuk identifikasi Covid-19. RNA Extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 perhari, sementara Detector PCR memiliki kapasitas 500 tes perhari.
Arya Sinulingga menjelaskan alat-alat ini akan disebar ke sejumlah provinsi di Indonesia salah satu diantaranya provinsi Sulawesi selatan.
Dia juga menjelaskan, khusus untuk RNA akan disimpan di beberapa rumah sakit rujukan di DKI Jakarta. Sementara PCR akan didistribusikan ke 12 provinsi, dengan kasus Covid yang cukup tinggi. Saat ini satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta.
Sulsel sendiri dapat jatah PCR dari Pusat, bisa melakukan 1.000 test Covid-19 per Hari
Alat Tes Kilat Corona Tersedia di Rumah Sakit Siloam Makassar
Alat tes kilat corona ini yang berfungsi mendeteksi covid-19 kini telah tersedia di Rumah Sakit Siloam Makassar
Instrumen yang dibutuhkan untuk melakukan metode ini adalah tersedianya reagent yaitu senyawa yang ditambahkan untuk melihat reaksi yang terjadi.
“Metode ini jauh lebih akurat untuk mendeteksi ada tidaknya Covid-19,” kata Direktur RS Siloam Makassar, dr Hery Bertus, kepada vivanews, Sabtu malam tadi.
Menurutnya, dengan melihat tingginya kebutuhan masyarakat dalam upaya mendapatkan pemeriksaan Swab yang masih sangat terbatas, maka pihaknya berharap dengan adanya Swab atau PCR tersebut, harapan akan layanan kesehatan yang memadai dapat terpenuhi.
“Besar harapan kami dengan tersedianya layanan Swab tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat Sulsel, khususnya Kota Makassar,” ujar Hery.
Selama ini, aktivitas pemeriksaan Swab atau PCR, dilakukan di Jakarta, sehingga cukup lamban untuk mengetahui positif atau negatifnya seorang pasien. Mesti menunggu berhari-hari untuk mengetahui hasilnya.(*)








