Warga Desa Saotanre Tancap Gas Belajar Membuat Roti dan Kue, Ketua PKK Berharap Lahir Lapangan Kerja Baru
![]()
SINJAI, Suara Lidik.com- Semangat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi ditunjukkan oleh ibu-ibu warga Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Sebanyak 16 peserta mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (Tailor Made Training atau TMT) BBPVP Makassar dengan fokus keterampilan pembuatan roti dan kue yang diharapkan menjadi bekal untuk merintis usaha mandiri.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mewakili Bupati Sinjai, di Auditorium Andi Azikin, Selasa (27/10/2026).
Sementara itu, pelaksanaan pelatihan bagi peserta berlangsung di Aula Kantor Desa Saotanre sejak 19 Oktober hingga 5 November 2026. Kegiatan tersebut melibatkan tenaga terampil yang memberikan pembelajaran dan pendampingan praktik kepada peserta agar mampu menguasai keterampilan pengolahan roti dan kue.
Ketua PKK Desa Saotanre sekaligus penyelenggara pelatihan di tingkat desa, Bd. A. Nurzakiah, S. Tr. Keb., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBPVP Makassar atas kesempatan pelatihan yang diberikan kepada Pemerintah Desa Saotanre dan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk meningkatkan pengetahuan serta memperoleh keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan, yang berasal dari Desa Saotanre dan beberapa di antaranya dari desa lain.
“Sangat berterima kasih kepada BBPVP Makassar karena sudah memberikan program pelatihan pembuatan roti dan kue kepada Pemerintah Desa Saotanre. Semoga dengan adanya program pelatihan yang diberikan dapat bermanfaat untuk warga dan dapat menciptakan lapangan kerja baru,” ungkap Bd. A. Nurzakiah.
Ia juga berharap program pelatihan serupa dapat kembali diberikan kepada Desa Saotanre melalui dukungan berbagai tingkatan pemerintahan.
“Semoga akan ada program-program yang lain yang diberikan kepada Desa Saotanre, tentunya atas dukungan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Sekali lagi terima kasih,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) atau praktik pengolahan yang baik. GMP merupakan prinsip dalam pengolahan pangan untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan mutu produk.
Sebelum memulai proses produksi, peserta dilatih menyiapkan peralatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan persyaratan GMP. Tahapan ini penting untuk memastikan kebersihan peralatan dan lingkungan kerja serta mencegah kontaminasi selama pengolahan pangan.
Materi berikutnya mencakup praktik proses produksi roti, mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga pengembangan akhir adonan. Peserta juga mempraktikkan cara membersihkan dan melakukan sanitasi peralatan agar perlengkapan produksi tetap higienis dan aman digunakan.
Tidak hanya membuat roti, para peserta turut mempraktikkan pembuatan berbagai jenis kue, di antaranya donat, bolu pisang, dan sejumlah produk olahan lainnya. Ragam praktik ini diharapkan memperluas kemampuan peserta dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual serta sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Ketua PKK Desa Saotanre, Bd. A. Nurzakiah, S. Tr. Keb., berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah kegiatan berakhir. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan memiliki keberanian untuk memulai usaha rumahan, mengembangkan produk kuliner, dan membuka peluang penghasilan tambahan bagi keluarga.
Senada dengan harapan tersebut, kegiatan ini juga menjadi dorongan positif bagi pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Keterampilan mengolah roti dan kue, apabila disertai pengelolaan usaha yang baik, kualitas produk yang terjaga, dan pemasaran yang tepat, berpotensi menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi keluarga.
Keberlanjutan program pelatihan dan pendampingan juga diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Desa Saotanre untuk mengembangkan potensi diri. Dukungan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dinilai penting agar program peningkatan kompetensi dapat menjangkau lebih banyak warga serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi desa.
Melalui pelatihan ini, ibu-ibu Desa Saotanre diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga mampu mengubah keterampilan menjadi peluang usaha yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Suara Lidik.com Mengabarkan, Mengawal, dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat






