iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Solusi Gagal Lumbung Pangan Nasional

waktu baca 4 menit
Solusi Gagal Lumbung Pangan Nasional by Nurlinda

Loading

Opini – Pada bulan april 2020 lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan para menterinya Kabinet Indonesia Maju akan ancaman krisis pangan dunia di tengah pandemi virus corona (Covid-19) seperti yang diprediksi  oleh Food and Agriculture Organization (FAO).

Peringatan itu pun langsung direspon para menteri, mulai dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR  Basuki  Hadi Muljono,  Menteri BUMN Erick Thohir, dan  Menteri Pertahanan  (Menhan) Prabowo Subianto dengan merencanakan pembangunan lumbung pangan nasional (food estate) pertama yang berlokasi di Kalimantan Tengah.

Namun, wacana lumbung pangan itu menuai kritik. Jokowi diminta melihat kembali rencana pembangunan lumbung pangan diperiode-periode sebelumnya.

Menurut pengamat pertanian sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas, rencana ini sudah pernah diinisiasikan mulai dari pemerintahan Presiden ke-2 RI, Soeharto, lalu juga di periode pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi sendiri pun sudah pernah mewacanakan pembangunan lumbung padi (rice estate) di Merauke yang hingga kini tidak terealisasi. Dengan pengalaman tersebut, ia mengatakan proyek lumbung pangan selalu berujung pada kegagalan.

Begitupun menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar juga mengatakan hal serupa. Bahkan, menurutnya wacana pembangunan lumbung pangan di Kalteng ini hanya menghabiskan waktu dan anggaran yang besar.

Banyaknya pihak meragukan kesungguhan pemerintah mengembangkan lumbung pangan nasional (LPN). Karena kegagalan program serupa diera sebelumnya tidak dibenahi. Seharusnya dengan Alasan krisis pangan global yang mengancam negeri seharusnya mampu mendorong pemerintah untuk serius dan lepas dari kepentingan politik dalam merealisir program LPN.

Gagalnya Lumbung Pangan Nasional

Gagalnya rezim ini mewujudkan Lumbung pangan karena telah menerapkan  sistem  neoliberal untuk pengelola pangan dan pertanian. Sistem ini telah meminimalisasi peran pemerintah/negara dalam mengurusi kepentingan rakyatnya. Kehadiran pemerintah hanya sebatas regulator dan fasilitator untuk membuat aturan dan regulasi. Sementara pemenuhan hajat rakyat diserahkan ke pasar (korporasi).

Sehingga akibatnya korporasilah yang menguasai seluruh rantai pangan mulai dari produksi, konsumsi hingga distribusi. Dengan cara ini mereka mengelola berdasarkan atas kepentingan para korporasi. Maka pengelolaan  pangan pun dilakukan berdasarkan  prinsip bisnis dan menghilangkan prinsip pelayanan pada rakyat.

Hilangnya kendali negara dalam urusan pangan telah menghasilkan permasalahan dalam pemenuhan pangan. Di satu sisi masyarakat makin sulit mengakses pangan karena harga mahal, disisi lain petani terus ter intimidasi dan tidak bergairah bertani. Ujung-ujungnya pemerintah dengan mudahnya melakukan impor dengan alasan pemenuhan stok dan stabilisasi harga pangan.padahal sebenarnya pemerintahlah yang acuh dalam mengurusi pangan rakyatnya.

Islam Solusi Dalam Gagalnya Lumbung Pangan

Dibandingkan dengan bagaimana Islam mewajibkan negara dalam mengerahkan seluruh perhatian untuk memastikan stock pangan tersedia dan bisa dijangkau seluruh individu rakyat, dengan mekanisme pasar maupun subsidi. Negara juga wajib mewujudkan kemandirian agar tidak tergantung pada asing yang berisiko penjajahan terhadap ekonomi dan politik seperti saat ini.

Maka Untuk merealisasikannya, secara mutlak dibutuhkan politik ekonomi Islam dalam pengelolaan pangan dan pertanian. Secara politik, Syariah Islam menetapkan negara wajib bertanggungjawab secara penuh dalam pengurusi kepentingan publik. Sebab pemerintah adalah penguasa yang memiliki dua peran yang tidak tergantikan sebagai raain (pelayan) dan junnah (pelindung). Tanggungjawab ini mutlak diemban oleh negara dan tidak boleh dialihkan pada pihak lain apalagi korporasi.

Sebagai wujud tanggungjawabnya, negara hadir secara utuh dalam pengelolaan pangan mulai dari aspek hulu sampai ke hilir. Di ranah hulu, negara bertanggungjawab untuk menjamin berjalannya proses produksi dan menjaga stok pangan . Dengan meningkatkan produktivitas lahan, tanah-tanah mati  harus diproduktifkan  oleh siapa saja baik dengan cara memagarinya dengan maksud untuk memproduktifkannya atau menanaminya dan tanah itu menjadi milik orang yang menghidupkannya.

Rasul bersabda;

“Siapa saja yang menghidupkan tanah mati maka tanah itu menjadi miliknya”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud).

Selanjutnya, jika ada tanah yang diterlantarkan tiga tahun berturut-turut maka hak kepemilikannya atas tanah itu hilang dan diambil alih oleh negara dan didistribusikan kepada individu rakyat yang mampu mengolahnya, tentu dengan memperhatikan keseimbangan ekonomi dan pemerataan secara adil.

Negara akan mendukung penuh usaha pertanian yang dilakukan rakyatnya. Seperti memberikan kemudahan mengakses bibit terbaik, alat yang modern atau teknologi pertanian terbaru, menyalurkan bantuan subsidi, membangunkan infrastruktur pertanian, jalan, komunikasi dan sebagainya. Termasuk menyelenggarakan riset-riset, pendidikan, pelatihan, pengembangan  tanpa hutang luar negeri maupun melibakan investor asing.

Oleh : Nurlinda/ Pemerhati Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam