Sinergi Pembinaan Kemandirian, Lapas Bulukumba Teken MoU dengan BPVP Bantaeng
BANTAENG, Suaralidik.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba resmi menjalin kerja sama strategis dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang berlangsung di Aula BPVP Bantaeng pada Senin, 2 Maret 2026 lalu.
Kegiatan yang dikemas dalam nuansa khidmat bertajuk “Buka Puasa Bersama dan Penandatanganan MoU dengan Stakeholder” ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala BPVP Bantaeng, Arsad. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
“Kami berkomitmen untuk memberikan akses pelatihan keterampilan yang merata. Melalui MoU ini, kami ingin memastikan warga binaan di Lapas Bulukumba memiliki sertifikasi keahlian yang diakui, sehingga mereka siap berdikari saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Arsad.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Ashari, bersama Kepala BPVP Bantaeng.
Plt. Kalapas Bulukumba, Ashari, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan BPVP Bantaeng dalam mendukung program pembinaan di Lapas. Menurutnya, sertifikasi dari BPVP adalah “paspor” berharga bagi warga binaan untuk mendapatkan pekerjaan layak di masa depan.
“Ini adalah langkah besar bagi Lapas Bulukumba. Kami tidak ingin warga binaan hanya sekadar menghabiskan waktu, tapi mereka harus pulang membawa skill nyata. Kerja sama dengan BPVP Bantaeng adalah jaminan kualitas bagi pelatihan yang kami selenggarakan,” tegas Ashari.
Sebagai tindak lanjut nyata dari MoU ini, pelatihan kemandirian bagi warga binaan Lapas Bulukumba dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada April 2026, selaras dengan pelaksanaan pelatihan serentak secara nasional oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).









