Sekda Sinjai Tekankan Pelayanan Kesehatan Harus Hadir hingga Tingkat Rumah Tangga
SINJAI, Suara Lidik.com- Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat lagi dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II dan Forum Komunikasi Publik di Aula Kantor Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Selasa (12/5/2026) pagi.
Menurut Andi Jefrianto, kegiatan tersebut merupakan ruang konsolidasi dan evaluasi bersama untuk memastikan pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat dusun dan rumah tangga.
“Kesehatan adalah urusan kita bersama. Ketika ada stunting, itu bukan hanya urusan tenaga kesehatan semata, tapi ada peran orang tua di dalamnya. Ketika ada ibu hamil risiko tinggi, itu bukan hanya urusan bidan, tapi juga urusan kepala rumah tangga mulai dari suami hingga ibu hamilnya sendiri. Ketika ada TBC, malaria, DBD atau masalah sanitasi, itu bukan hanya urusan petugas kesehatan, tetapi juga urusan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan,” ujar Andi Jefrianto.
Dalam kesempatan itu, Andi Jefrianto menjelaskan transformasi pelayanan kesehatan primer yang saat ini dijalankan pemerintah melalui Integrasi Layanan Primer (ILP). Menurutnya, pola pelayanan kesehatan ke depan harus lebih cepat, terukur, terintegrasi, dan dekat dengan masyarakat.
“Ini menjadi perhatian teman-teman dari Puskesmas. Anak harus diperiksa status gizinya, ibu hamil dipastikan kesehatannya. Prinsip kita jelas, mendeteksi lebih awal, mencegah sebelum sakit, dan menjangkau sebelum terlambat,” jelasnya.

Meskipun Kabupaten Sinjai telah meraih sejumlah prestasi di bidang kesehatan, termasuk penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diraih RSUD Sinjai. Sekda Sinjai menegaskan pelayanan kesehatan tetap harus terus dibenahi karena masih terdapat berbagai keluhan masyarakat.
Karena itu, ia meminta jajaran kesehatan mulai dari dinas kesehatan, puskesmas hingga tenaga kesehatan di lapangan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada solusi.
“Tidak boleh lagi ada masyarakat yang merasa diabaikan, tidak boleh ada ibu hamil yang tidak terpantau, tidak boleh ada anak yang luput dari imunisasi,” tegasnya.
Kepada para Kepala Desa dan Lurah, Sekda juga meminta dukungan penuh terhadap program kesehatan melalui pemanfaatan dana desa dan kebijakan yang berpihak pada kesehatan masyarakat.
“Desa harus menjadi garda terdepan. Desa harus aktif mendukung posyandu dan memastikan tidak ada stunting baru,” katanya.
Di akhir arahannya, Andi Jefrianto mengajak seluruh pihak menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Tagline kita adalah ‘Bergerak Bersama, Layani dengan Hati’. Jangan menunggu sempurna untuk bergerak, tapi bergeraklah agar pelayanan kita semakin sempurna,” pungkasnya.






