Reses di Desa Talle, Ketua DPRD Sinjai Kawal Infrastruktur Tani dan Buka Ruang Wacana Pemekaran Wilayah
SINJAI, Suara Lidik.com- Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Jusman, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses yang digelar di Aula Kantor Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Senin (16/02/2026). Forum ini menjadi momentum strategis untuk memetakan kebutuhan prioritas warga, mulai dari infrastruktur pertanian hingga wacana pemekaran wilayah desa.
Kegiatan tersebut dihadiri aparat desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sinjai, di antaranya perwakilan Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan Dinas Peternakan. Kehadiran OPD bertujuan agar setiap aspirasi dapat ditanggapi secara langsung dan teknis sesuai kewenangan masing-masing, sehingga tidak berhenti sebatas wacana.
Dalam sambutannya, Andi Jusman menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan instrumen penting bagi legislatif untuk memastikan arah pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat.
“Reses adalah ruang dialog terbuka. Aspirasi warga akan kami kawal dan perjuangkan melalui mekanisme perencanaan serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Sejumlah usulan prioritas mencuat dalam dialog tersebut. Warga menyoroti kebutuhan peningkatan jalan tani guna memperlancar distribusi hasil pertanian, terutama saat musim hujan yang selama ini menjadi kendala utama. Selain itu, masyarakat mengusulkan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan bibit, peningkatan ruas jalan desa melalui pengaspalan hotmix, serta pemasangan lampu jalan di titik-titik minim penerangan.
Perwakilan kelompok tani menilai kondisi akses jalan sangat memengaruhi biaya produksi dan daya saing hasil panen.
“Kalau jalan tani bagus, ongkos angkut hasil panen bisa ditekan. Selama ini kami kesulitan, apalagi saat hujan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, forum reses juga memunculkan usulan pemekaran Desa Talle. Warga menilai pemekaran wilayah dapat memperpendek rentang kendali pelayanan publik serta membuka peluang pemerataan pembangunan yang lebih optimal.
Menanggapi hal itu, perwakilan OPD menjelaskan prosedur pengusulan program dan pentingnya sinkronisasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah agar setiap aspirasi dapat terakomodasi secara berkelanjutan.
Andi Jusman memastikan seluruh masukan masyarakat telah dicatat dan akan dibahas lebih lanjut dalam forum DPRD bersama pemerintah daerah. Ia berharap sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat menjadi motor percepatan pembangunan, khususnya di Desa Talle dan Kecamatan Sinjai Selatan secara umum.
Reses berlangsung dinamis dengan dialog dua arah, mencerminkan partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan riil di lapangan.






