Renungan Ramadhan Hari ke 29, Doa Pintu Jiwa Menuju Langit
Suaralidik.com – Desah desuh nafasku menyebut asmaMU
Debaran jantungku melontarkan kebesaranMU
Aliran darahku desirkan kalimatMU
Air mataku menyingkap sifat RahmanMU
Keluh kesahku membuka tabir KasihMU
Alam SemestaMU meluaskan tatapan mataku
Sifat QuddusMU menyucikan jiwa kalutku
Langkah kakiku di atas hamparan bumiMU
Meluruskan niatku mengarungi Ramadhan
Ku tak sanggup meluapkan sifat RahimMU
Telah engkau taburkan kepada makhlukMU
Aku hanya menatap ke langit membiarkan jiwa ini melanglang buana menelusuri ruang- ruangMU yang tak dapat dtembus kasat mata. Meringankan perasaan memaafkan orang-orang yang tak dapat kutemui sebelum takbir dan tahmidMU bergema. Aku sisihkan waktuku untuk berbagi secuil anugerahMU yang Engkau titipkan.
LangitMU terbentang luas tak terbatas mendidikku untuk selalu belajar merendahkan diri dan melapangkan jiwa ini yang selalu meronta tak tahu diri. Rintikan hujan Engkau turunkan ke bumi mendinginkan perasanku yang tidak pernah puas selalu merasa terbius menghirup kegemerlapan dunia. Panas terik mentariMU membakar jiwa kesombonganku yang meluap-luap laksana api tak pernah redup.
Gelombang lautanMU mengajariku untuk memaknai kehidupan yang penuh liku tak pernah teduh. Putaran galaxiMU melunakkan jiwa malasku untuk tidak berputus asah meniti jalan yang berliku. Aliran sungaiMU mengguruiku untuk menghidupkan semua yang dilalui tanpa pamrih. Hijau dedaunanMU menyegarkan setiap mata yang memandang dan menangkap cahaya mentari dengan kepanasan yang menyengat tiada keluh kesah. Semut makhluk ciptaanMU memperlihatkanku arti kebersamaan dan kegotong royongan tanpa ada yang merasa dilukai.
Tangisan bayi di tengah malam membangunkanku dari tidur pulasku dan mengingatkkanku tentang tanggungjawab orang tua terhadap anaknya. Kewajiban orang tua mendoakan anak agar kelak menjadi anak yang sholeh sebagaimana Ismail putra nabi Ibrahim AS.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
(Rabbi habli minash shalihin)
“Wahai Rabbku, berilah aku keturunan yang shaleh.” (Surat Al Qashshash: 110). (M. Shodiq Asli Umar)






