Rembuk Stunting dan Musdes RKPDes 2027 Digelar, Desa Bonto Prioritaskan Penurunan Stunting
SINJAI, Suara Lidik.com– Pemerintah Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, menggelar Rembuk Stunting yang dirangkaikan dengan Musyawarah Desa (Musdes) Pembentukan Tim Penyusun RKPDes Tahun 2027 di Aula Kantor Desa Bonto, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Bonto Sudirman, S.IP., Camat Sinjai Tengah A. Syahrul Paesa, Kepala Puskesmas Manimpahoi Muh. Kaswin, Ketua BPD Muh. Ramli, Pendamping Lokal Desa, TP PKK, kader kesehatan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Kepala Desa Bonto, Sudirman, mengatakan rembuk stunting menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPDes 2027 guna memastikan program pembangunan desa berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting.
Meski kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada Dana Desa, Pemerintah Desa Bonto tetap memprioritaskan sektor kesehatan dan pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes. Ia menyebut BUMDes juga telah mampu memberikan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PAD) sekitar Rp5 juta dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Bonto, Muh. Ramli, mengungkapkan kasus stunting di Desa Bonto terus mengalami penurunan, dari 22 kasus menjadi enam kasus pada tahun 2026. Ia berharap sinergi seluruh pihak terus diperkuat agar target zero stunting dapat tercapai.
Camat Sinjai Tengah, A. Syahrul Paesa, menegaskan pemerintah desa harus tetap mengutamakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat meski di tengah efisiensi anggaran.
Di akhir kegiatan, Kepala Puskesmas Manimpahoi memaparkan kondisi stunting di wilayahnya sekaligus mengajak seluruh elemen desa terus berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan