Aku bungkam tanpa kata
Lidahku keluh seakan patah
Justru isyarat mata bersuara
Jauh lebih lihai dari lisan berbicara
Kata-kataku tergeletak
dalam bendungan air mata
Kalbuku tiba-tiba terisak
Ikut-ikut tak berdaya
Tersandung dan jatuh
Terkapar dan lumpuh
Aku tak berdaya tersungkur
Meratapi diri yang tak pandai bersyukur
Lalu dia tiba
Membawa obor semangat membara
Uluran tangannya menghampiri
Aku bangkit berdiri
Dia, pahlawanku
Dia, yang karenanya hilang kebodohanku
Dia, yang karenanya menggapai bintangku. Dia, yang karenanya Allah ridha