‘Kala’
1. ANDAI MATA MEMBUKA KESADARAN
oleh
Michael Anggi
.
Mataku mencatat sudah berapa kali senyum itu palsu.
seakan-akan harapan adalah kepastian yang dapat dinanti dengan membatu di tepi nasib
Ya, kita telah mengetahui bahwa kesia-siaan itu adil adanya, sehingga meratap dengan air mata hanyalah salah satu kemungkinan mencintai hidup
Mari kita mencoba kemungkinan lain. Menari diatas kapal dan diterpa badai. Sambil menertawakan kemanusiaan kita dihadapan kenyataan.
Ilustrasi
2. Kala oleh Michael Anggi
Kita terlanjur menghisap bau anyir yang keluar dari putik
bunga di taman Eden
Tuan kelelawar yang haus hinggap di salah satunya
untuk menyesap sari
Kini mata semakin tajam
untuk melihat apa yang
tersembunyi diantara gelap
Sayup-sayup sangkakala
mulai meriuh perlahan
mendekat
Terbangkan aku kebumi
mungkin aku jadikan
keturunanku sekutu
Untuk melawanmu pada
bilur nasibku yang bengis
aku menjadikanmu biru
Michael Anggi, berdomisili di Yogyakarta, karyanya pernah diterbitkan di beberapa antologi. Buku puisi pertamanya “Menuju Ketiadaan” terbit pada 2016. Saat ini penulis aktif di komunitas penulis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan