iklan banner pemrov sulsel
Opini

Pendekatan Pembelajaran Bahasa Inggris Tradisional Versus Komunikatif

waktu baca 5 menit

Education – Fenomena pembelajaran yang berpusat pada guru, Teacher Centered Learning (TCL), telah membudidaya dan sulit untuk diubah. Pada pendekatan tradisional ini, guru tampaknya memainkan peran penting dalam proses belajar mengajar. Guru memberikan informasi dimana siswa secara pasif menerima.

Tidak ada persiapan dan aktivitas yang bermakna sebelum memulai pelajaran. Siswa dipersilakan untuk duduk, diam, dan hanya mendengarkan.

Karakteristik utama pendekatan pembelajaran tradisional ini adalah bahwa guru biasanya menggunakan buku teks tertentu untuk mengajar Bahasa Inggris, yang lebih berfokus pada tata bahasa. Orientasinya adalah menghasilkan siswa yang dapat menjawab soal ujian Bahasa Inggris dengan baik.

Sebaliknya, siswa kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan tugas bahasa secara komunikatif dengan berkolaborasi dan berinteraksi dengan teman kelas.

Tantangan ini mungkin hanya sebagian kecil dari masalah yang dihadapi dalam pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, English as a Foreign Language (EFL) di Indonesia. Peran bahasa Inggris sebagai bahasa asing memang menjadi problematika.

Masyarakat Indonesia tidak memiliki banyak akses untuk mendengarkan orang berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Faktanya, meskipun Bahasa Inggris telah diajarkan dan digunakan selama bertahun-tahun di sekolah-sekolah formal Indonesia, hasilnya masih belum memuaskan karena sangat sedikit siswa yang lulus dapat berkomunikasi dengan baik dan fasih (Karmala, Kristina, & Supriyadi, 2018).

Kelas tradisional tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghasilkan dan mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Inggris.

Dalam pendekatan ini, siswa memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berbicara tentang proses dan pengalaman belajar mereka. Sehingga mengakibatkan mereka sangat pasif dan bergantung pada guru. Namun, permasalahan yang dihadapi dalam pengajaran bahasa Inggris disebabkan oleh guru dan berasal dari siswa itu sendiri serta lingkungannya.

Tentunya, guru harus mengandalkan kapasitas mereka untuk meningkatkan motivasi siswa dan mendesain berbagai pendekatan untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris siswa. Glassman dan Opengart (2016) mengungkapkan bahwa sebagian besar peneliti sependapat jika kreativitas dan inovasi adalah hal utama yang menentukan keberhasilan atau kegagalan seseorang maupun organisasi.

Dalam pendidikan, inovasi pengajaran adalah menemukan cara baru untuk menjangkau semua siswa. Guru harus memanfaatkan berbagai alat untuk membantu siswa menjadi komunikatif dan produktif.

Setiawan dkk. (2020) setuju bahwa inovasi pengajaran secara signifikan berdampak pada seberapa banyak siswa menikmati pembelajaran, secara langsung dan dramatis mempengaruhi kemajuan akademik mereka.

Pengajaran speaking tidak selalu dimulai dengan memberikan topik untuk didiskusikan atau disajikan sesuai dengan persepsi, pengalaman, dan pengetahuan siswa. Siswa tidak dapat menghindari salah satu keterampilan dalam belajar bahasa Inggris karena saling ketergantungan.

Keterampilan berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan akan saling terintegrasi untuk membentuk suatu keterampilan yang utuh untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru dapat mengajar siswa dengan memanfaatkan sumber materi dari teks bacaan, lagu barat, laporan tulisan siswa, dan sumber lain seperti media visual. Semua bahan ini digunakan untuk mendukung keterampilan komunikatif.

Kelas speaking yang terintegrasi dengan listening practice dapat diawalai dengan pemberian materi listening berupa lagu barat, bahan , podcast, rekaman wawancara, cerita tentang motivasi belajar, dan lain-lain. Guru dapat mengadopsi pendekatan berbasis teknologi informasi dengan menggunakan platform digital seperti youtube. Mereka juga dapat mengakses materi di situs pembelajaran bahasa Inggris ternama, seperti BBC, Cambridge, British Council, Effortless English Language, liricstraining, dan lain-lain.

Dalam memperoleh kompetensi komunikatif, pengajaran speaking dapat dilakukan dari beberapa proses berurutan, dimulai dengan mendengarkan bahan listening sebagai input dan mengarah ke tahap kegiatan berbicara. Akan tetapi, sebelum memasuki kegiatan inti, guru harus mendesain kegiatan yang bermakna untuk memotivasi siswa, misalkan malakukan warming up atau ice breaking terkait materi yang akan dipelajari.

Misalkan ketika akan mempelajari materi listening terkait lagu, ice breaking dapat dilakukan dengan menayakan, “apakah kalian menyukai musik? siapa penyanyi favorit kalian?, apakah kalian bisa bermain musik?, musik apa yang kalian sering mainkan?.” Setelah itu, guru dapat menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan misalkan materi berupa lagu barat dilengkapi dengan lembaran kertas berisi lirik lagu yang belum lengkap.

Guru dapat memanfaatkan tekhnologi dengan menginstruksikan siswa untuk mengakses lyricstraining.com. Guru yang berfungsi sebagai fasilitator dapat  membimbing siswa untuk menemukan nama penyanyi dan mencari judul yang akan dipelajari pada laman web tersebut. Kemudian siswa diminta untuk mendengarkan lagu dengan baik sambil memperhatikan kata-kata yang kosong. Kata-kata kosong ini harus ditemukan dalam lagu, sehingga siswa harus berkonsentrasi penuh

Siswa ketika mengakses materi listening pada lyricstraining.com
(Sumber. Dokumentasi Pribadi)

Untuk mendapatkan jawaban, siswa harus menggunakan strategi pembelajaran neuro-kognitif mereka, seperti yang dipromosikan oleh Pratiwi (2021). Lagu tersebut dimainkan sebanyak lima kali untuk melatih keterampilan menyimak siswa sambil melengkapi liriknya. Tahap ini diperkenalkan sebagai “proses review” berdasarkan strategi pembelajaran neuro-kognitif. Setelah melakukan review lagu sebanyak lima kali, tutor mengecek jawaban siswa sambil siswa mencocokkan pekerjaannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan menanyakan kepada siswa tentang kata-kata asing yang akan dibahas. Setelah itu, siswa diminta menceritakan isi lagu sesuai dengan persepsinya. Selanjutnya kegiatan kelas diakhiri dengan menyanyikan lagu bersama. Siswa terlihat antusias dan bersemangat karena berbagai kegiatan kelas. Berikut adalah alur kegiatan tersebut.

Alur Pembelajaran Komunikatif berbasis Listening
(Diadopsi dari Pratiwi, 2021)

Referensi:

  • Glassman, A. M., & Opengart, R. (2016). Teaching innovation and creativity: Turning theory into practice. Journal of International Business Education, 11, 113.Genesee, F. (1985). Second language learning through immersion: A review of US programs. Review of educational research, 55(4), 541-561. 
  • Karmala, E. T., Kristina, D., & Supriyadi, S. (2018). Learning Public Speaking Skills from an Ethnography Study ofKampung Inggris. In English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings, Vol. 2, 228-230 
  • Pratiwi, W.R. (2021). EFL Learners’ Motivations ans Speaking Learning Strategies in an English Village-Based Immersion Program at Kampung Inggris Pare (Unpublished Doctoral Thesis), Sate University of Makassar. 
  • Setiawan, R., Nath, K., Cavaliere, L. P. L., Villalba-Condori, K. O., Arias-Chavez, D., Koti, K., … & Rajest, S. S. (2020). The impact of teaching innovative strategy on academic performance in high schools. Productivity Management. 25. 1296-1312. 

Dr. Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., MM, Dosen Magister Pendidikan bahasa Inggris, Universitas Terbuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius