iklan banner pemrov sulsel
Berita Terbaru

Pemuda Galesong Desak Pemerintah Takalar Cari Solusi Penanganan Sampah

waktu baca 3 menit
Pemuda Galesong Kabupaten Takalar saat Deklarasi lawan Sampah, Senin (14/5/2018)

Takalar,suaralidik.com – Program Bank Sampah ini disosialisasikan dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Perkara Iman) dan dirangkaikan Tablig Akbar yang digelar oleh Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Galesong dengan melibatkan seluruh organisasi kepemudaan serta masyarakat yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 13 Mei di Lesehan Cafe Andini yang berlokasi Desa Parangmata Kecamatan Galesong.(14/05/2018)

Deklarasi Ini berlangsung seru, dikarenakan antusias pemuda Galesong ingin melihat sampah Galesong ada solusi dari Pemerintah Takalar, agar secepatnya di fasilitasi bank sampah

“Ketua Pemuda PCPM Galesong Suardi Daeng Taqi Mengungkapkan dalam membahas masalah sampah bukan sesuatu yang baru, namun masalah klasik yang menjadi perbincangan actual saat ini, khususnya dikalangan masyarakat Kecamatan Galesong. Betapa tidak disepanjang jalan poros dan lorong-lorong di kecamatan ini dihantui oleh sampah yang berserakan maupun yang menumpuk.”ujarnya

Protes dan aksi-aksi penyebaran spanduk kecaman di lokasi pembuangan sampah tersebut tidak efektif dalam mengurangi masalah sampah.

“Lanjutnya, karena masalah sampah selalu disorot sebagai masalah yang tak kunjung usai dan selalu dicari solusinya dari waktu ke waktu, bertambah besarnya jumlah penduduk yang terjadi di daerah ini, mendorong tumbuhnya pemukiman-pemukiman baru. Sejalan dengan itu dalam pertumbuhan volume sampah sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan penduduk yang bisa menjadikan jumlah timbunan sampah meningkat pesat.

Herman Sijaya, Sekertaris Pemuda Muhammadiyah Galesong menuturkan pengelolaan sampah menjadi konsen untuk diselesaikan dengan berbagai solusi, setiap upaya pengelolaan sampah di tingkat hulu (dekat dengan sumber produksi sampah) merupakan upaya yang dinilai penting untuk masa depan anak bangsa terkait lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.

Sampah merupakan benda padat hasil aktivitas manusia yang sudah tidak dapat digunakan lagi, maka selama manusia masih hidup dan beraktivitas pasti akan menghasilkan sampah.”lanjut

“Pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat kebanyakan masih belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan itu sendiri.”tegas Herman Sijaya

Abdul Jalil Devisi Sosial dan Pemberdayaan Pemuda Muhammadiyah Galesong menyampaikan bahwa sasalah sampah ini memerlukan pengelolaan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir, hal ini dilakukan supaya dapat memberikan manfaat baik secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah pola pikir dan paradigma masyarakat tentang sampah itu sendiri.

Sampah domestik atau sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis sampah yang turut memperberat masalah persampahan yang dihadapi oleh pemerintah.

Saat ini hampir setiap daerah mengalami kesulitan dalam mendapatkan lahan tempat pembuangan akhir sampah dan mendapat penolakan yang keras dari masyarakat.

“Menyadari bahwa masalah sampah rumah tangga tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, masyarakat sudah saatnya berperan aktif dalam menanganinya. Pengelolaan sampah rumah tangga sebaiknya dimulai dari sumbernya yaitu di rumah tangga.

Setiap rumah tangga hendaknya mengelola sampahnya, baik secara individu maupun kelompok dalam lingkungan tempat tinggal masing-masing.”ujarnya

Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan aspek sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Budaya dan karakter sosial menjadi salah satu media yang berperan penting dalam pengendalian dan pengelolaan sampah.

Bank sampah menjadi salah satu solusi pada aspek ekonomi berbasis masyarakat, program bank sampah telah banyak dilakukan dibeberapa daerah dan berhasil, sehingga model pengelolaan sampah melalui bank sampah harus diolah kembali serta dapat menambah penghasilan anggaran pendapatan daerah Kabupaten Takalar.”tutup Abdul Jalil (***Rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version