Pelantikan Kades Pattongko dan Lembang Lohe, Bupati Titip Harapan kepada Kepala Desa yang Dilantik, Jangan Tebang Pilih dalam Melayani Masyarakat
![]()
SINJAI, Suara Lidik.com- Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menitipkan pesan penting kepada kepala desa terpilih antarwaktu agar tidak tebang pilih dalam melayani masyarakat. Pesan itu disampaikan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Desa Lembang Lohe dan Kepala Desa Pattongko Pengganti Antar Waktu (PAW) Kecamatan Tellulimpoe, Kamis (24/9/2026).
Pelantikan ini menandai berakhirnya kekosongan jabatan definitif di kedua desa tersebut serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kelangsungan pelayanan publik di tingkat desa.
Kepala Desa Pattongko, Sufardi, S.E., M.M., terpilih melalui Pilkades PAW yang digelar pada 20 Agustus 2026. Sufardi meraih 25 suara, mengungguli Amran dengan 20 suara dan Mustaking dengan 12 suara. Sementara itu, Kepala Desa Lembang Lohe, Muhammad Hasbi Siddiq, S.H., S.Pd., terpilih secara aklamasi melalui musyawarah desa. Hasbi merupakan satu dari tiga calon yang mendaftar, bersama Askari Rahman dan Munazira, S.E. Kekosongan jabatan di Desa Lembang Lohe terjadi setelah kepala desa sebelumnya, Drs. Mappiare, M., meninggal dunia pada 28 Juli 2025 saat masih menjabat.
Pelantikan kedua kepala desa PAW ini merupakan bagian dari rangkaian penyelesaian Pilkades antarwaktu yang dilaksanakan serentak di empat desa di Kecamatan Tellulimpoe, yaitu Desa Pattongko, Desa Lembang Lohe, Desa Samaturue, dan Desa Saotengah. Proses ini diawali dengan sosialisasi tahapan pada April–Mei 2026, dengan target penyelesaian seluruh tahapan dalam tiga bulan. Saat itu, Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara untuk memastikan proses berjalan aman dan kondusif.

Dalam arahannya, Bupati Ratnawati mengatakan pergantian pimpinan biasanya menuntut penyesuaian ritme kerja. Oleh karena itu, saya minta segera lakukan konsolidasi dan perjelas pembagian tugas. Hidupkan kembali budaya gotong royong serta perkuat kepedulian dan partisipasi warga melalui musyawarah desa serta jadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan.
“Kepada warga, saya juga berpesan untuk aktif mengawal dan mendukung jalannya pemerintahan desa. Bagi para kepala desa terpilih, segera tunaikan visi dan misi dan segera laksanakan reviu RPJMDes dalam rangka sinkronisasi program. Selain itu, tolong dipastikan setiap program lahir dari kebutuhan nyata masyarakat dan tentu selaras dengan arah kebijakan prioritas Kabupaten Sinjai,” pinta Ratnawati didampingi Wakil Bupati, A. Mahyanto Mazda.
Pelantikan ini menjadi tahap akhir dari proses pengisian jabatan kepala desa yang kosong, sekaligus menegaskan bahwa kekosongan jabatan tidak boleh menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Selama masa transisi, penjabat kepala desa dinilai telah menjaga keberlangsungan pelayanan publik, pengelolaan anggaran, serta memfasilitasi seluruh tahapan Pilkades PAW.






