Pedulinya Terhadap Masyarakat, DPD Perindo Lamteng Lakukan Fogging
![]()
LAMPUNG TENGAH, Suaralidik.Com – Guna melakukan pencegahan terhadap penyebaran nyamuk aedes aegypti atau korban Demam Berdarah Dengue (DBD), Ketua DPD Perindo Lampung Tengah (Lamteng), Habibi, SH., MH, bersama sahabat Habibi melakukan fogging fokus disejumlah titik yang dianggap rawan dan sudah terjadi kasus demam berdarah.
Perindo Lamteng telah melakukan pengasapan di Kelurahan Seputih Jaya, Kampung Komering Putih, Bedeng 3, Komering Agung Kecamatan Gunung Sugih, serta di Kampung Negara Bumi Ilir Kecamatan Anak Tuha.
Kali ini Sahabat Habibi melakukan foging di Perumahan Lamondo, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung, Kabupaten Lampung Tengah.
“Kami melakukan fogging karena terjadi kasus DBD. Agar tidak menyebar, kami melakukan pengasapan di lokasi yang rawan menjadi sarang nyamuk,” ujar salah satu tim, Minggu, 24 Februari 2019.
Tidak hanya di daerah tersebut saja yang dilakukan foging, namun hampir setiap harinya mereka melakukan titik yang memang di daerah tersebut terdapat kasus DBD.
Ketua DPD Perindo Lamteng yang juga calon anggota legislatif (Caleg) Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Tengah, Habibi, mengungkapkan jika kegiatan ini dilakukan untuk mencegah wabah DBD yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti.
“Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat Lamteng, terutama membantu masyarakat yang sudah positif terjangkit DBD,” kata dia.
Foging sendiri dilakukan sebagai upaya terakhir dari pihaknya. Dalam memberantas penyebaran nyamuk yang membawa virus dengue.
“Jadi kami hanya akan melakukan foging jika dipemukiman terdapat kasus DBD dan memang ada warga yang ingin daerahnya dilakukan fogging. Karena itu adalah upaya terakhir,” katanya.
Adapun upaya efektif yang dapat dilakukan mencegah terjadinya penyebaran DBD adalah dengan membersihkan lingkungan serta mengubur benda-benda yang dapat menampun air hujan.
Seperti kaleng dan barang bekas lainnya. Hal tersebutlah yang harus dilakukan masyarakat, guna terhindar dari serangan virus tersebut.(***edy doy)







