PCNU Bantaeng Peringati Harlah NU ke-96 Tahun di Masjid Ruhul Amin Bissampole
BANTAENG,SUARALIDIK –Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kab.Bantaeng melaksanakan Peringatan Hari Lahir Nahdhatul Ulama Ke 96 Tahun Dengan Tema “menyongsong ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama: Merawat Alam Semesta,Membangun Peradaban”,di Masjid Ruhul Amin Bissampole,Jln. Elang, Kel. Pallantikang, Kec.Bantaeng, Kab.Bantaeng,Senin(31/1)malam.
Hadir dalam kegiatan ini yaitu,Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos.,M.M (Dandim 1410/Btg),Syamsul Suli (Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian Setda),H.Muhammad Ahmad Jaelani S.Ag.MA.(Ketua Tanfidziah PCNU),Dr.H.Muh Yunus S.Ag, MA (Ka Kemenag Kab.Bantaeng),Rigas Panawang Hakim S.Sos, M.Si (Camat Bantaeng),Drs. KH.Muin Jufri (Rais Syuriah PCNU),Abd Karim Bagada (Baznas kab.Bantaeng),Hamzar S.Pd,I, M.Pd.(Ketua KPU Kab.Bantaeng)dan Para Tokoh agama Pallantikang serta Para Majelis Taklim Masjid Ruhul Amin Bissampole sebanyak 100 Orang.
Ketua Tanfidziah PCNU Bantaeng H.Muhammad Ahmad Jaelani S.Ag. MA mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) hari ini, 31 Januari 2022 memperingati Hari lahir (Harlah) ke-96 sekaligus menyongsong 1 abad sejak berdiri pada 31 Januari 1926 Dengan Tema “Menyongsong ke-100 tahun Nahdlatul Ulama: Merawat Alam Semesta, Membangun Peradaban”.
Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926 M bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah oleh sekelompok ulama yang merupakan kepentingan Islam tradisional, terutama sistem kehidupan pesantren.
Nahdlatul Ulama organisasi keagamaan dan organisasi sosial kemasyarakatan jadi jangan salah keliru ada yang menyatakan Nahdlatul Ulama bukan organisasi islam , organisasi Nahdlatul Ulama adalah yang di dirikan oleh ulama yang sangat keilmuannya bersambung kepada Rasulullah SAW.
Nahdlatul Ulama adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, namun dengan cakupan dan segmen yang lebih luas. Komite Hijaz embrio lahirnya Nahdlatul Ulama juga berangkat dari sejarah pembentukan Komite Hijaz. KH Wahab Hasbullah Berkhidmah untuk NU Rektor Unisnu Jepara H Sa’dullah Assa’idi dalam sebuah tulisannya menyebutkan, cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama tak lepas dari seorang pemuda 26 tahun kelahiran Tambakberas, Jombang. Dia adalah KH Abdul Wahab Hasbullah, tuturnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian Setda Bantaeng Syamsul Suli menyampaikan Permohonan maaf dari bapak Bupati karena lagi melaksanakan tugas di luar daerah dan juga menitipkan kepada saya untuk mewakili hadir di tempat ini.
Selain itu,Juga ucapkan terimakasih dalam rangka mengatasi Covid-19 untuk itu mari kita mematuhi protokol kesehatan,kata dia.
Bapak Bupati mengapresiasi apa yang di lakukan oleh panitia dalam Peringatan Hari Lahir Nahdhatul Ulama Ke 96 Tahun.
Nahdlatul Ulama (NU) lahir sebelum kemerdekaan,jadi lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926 penuh dengan tantangan, ujarnya.
Rais Syuriah PCNU Bantaeng Drs. KH. Muin Jufri mengatakan Peringatan Hari Lahir Nahdhatul Ulama Ke 96 Tahun di Masjid Ruhul Amin Bissampole, karena miliki sejarah tersendiri diantara masjid lain.
Nahdhatul Ulama (NU) sekarang Semangat yang kurang sekarang,padahal kalau di pikir banyak kader – kader kita luar biasa di Bantaeng ini bukannya puluhan tapi ratusan.
Nahdhatul Ulama (NU) itu harga mati, sekali Nahdhatul Ulama (NU) dulu saya katakan sampai titik darah penghabisan,kenapa saya katakan demikian karena sekarang banyak di cacimaki bukan saja Nahdhatul Ulama (NU) tetapi kyainya yang dicaci-maki,pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan