iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Omnibus Law, Jangan Terburu-Buru

waktu baca 3 menit

Loading

SUARALIDIK.COM, _ Jakarta. Omnibus Law dapat mengatur singkronisasi regulasi antara Kementerian, karena itulah kenapa omnibus law harus hadir dalam konsep dan praktik yang komprehensif, tidak boleh terburu-buru dan mampu melibatkan semua elemen publik.

Demikian dikemukakan Anwar Hafid kepada Redaksi di Jakarta (2/6/2020) seraya menambahkan, Omnibus Law akan berjalan baik jika konsepnya dan praktik berjalan seiring, olehnya penerapan standardisasi pengupahan, pengawasan praktik usaha semua mengacu pada kepentingan publik, karena itu regulasi yang menjamin kepentingan pekerja harus kita hadirkan.

“Poin saya keberpihakan dan hak-hak dasar bagi pekerja, sehingga Omnibus Law Upah Minimum Pekerja tidak menurun. Niatnya adalah mempermudah regulasi dan menyatukan aturan yang selama ini tumpang tindih ini yang harus kita kawal,” ujar anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Menurutnya, Mahkamah Konstitusi adalah jalur konstitusional jika ada pihak yang merasa ada regulasi yang bertentangan dengan kepentingan publik ya silahkan saja, karena itu ada jalurnya.

“Langkahnya hanya satu yakni rwncangan undang-undang ini butuh kajian yang mendalam, komprehensif dengan mendengarkan seluruh elemen termasuk mengkalkulasi kondisi ekonomi pada masa pandemi dan akan datang. Saya pikir demikian,” saran Anwar Hafid menutup pembicaraan via whaatsapp.

Sementara itu, di tempat terpisah, Andi Naja FP Paraga menilai, adanya pandangan banyak pakar bahwa Omnibus Law dapat mengatur singkronisasi regulasi antara Kementerian bukan tanpa alasan dan menguatkan asosiasi berfikir kami mengapa Kantor Menteri Koordinator Perekonomian yang memiliki peran besar didalam mensosialisasikan RUU Cipta Kerja hasil Omnibus Law karena yang merasakan ketidaksinkronan kebijakan itu adalah pengatur regulasi dibidang perekonomian.

“Jika regulasi Kementerian Perdagangan tidak mendorong kemajuan industri berarti terjadi ketidaksinkronan regulasi dengan Regulasi pada Kementrian Perindustrian begitu sebaliknya. Tentu Industri akan mengalami stagnasi yang akut.

Dampak lainnya keengganan Investor berinvestasi pada sebuah negara yang regulasinya membingungkan dan tentu mereka akan memilih negara lainnya. Persoalan ketidaksinkronan itu harus diakhiri dengan pola yang tidak biasa yaitu Omnibus Law,” tambahnya.

Menurut Trainer Hubungan Industrial Nasional, penentuan Upah Minimum di Indonesia hanya berstandar upah seseorang yang hidup lajang walaupun pekerja itu sudah berumah tangga dan Penetapan Upah Minimum itu melalui Keputusan Pemerintah tingkat Propinsi yang kita kenal dengan istilah UMP upah minimum Propensi dan UMK Upah Minimum Kabupaten dengan mempertimbangkan hasil rapat Dewan Pengupahan Provinsi yang anggotanya terdiri dari Pengusaha,Serikat Buruh/Pekerja dan Pemerintah, sehingga Omnibus Law tidak akan menghapus Kewenangan Dewan Pengupahan. Artinya Penetapan Upah Minimum itu berdasarkan hasil bersama 3 komponen tersebut.

“Saya kira wajar-wajar saja DPR ingin melanjutkan Pembahasan RUU Cipta Kerja itu karena pembuatan Undang-undang adalah salah satu tugas mereka.

Tapi sebaiknya DPR RI harus mempertimbangkan pandangan dari semua pihak termasuk Pandangan Serikat Buruh/Serikay Pekerja.

Anggota DPR RI tentu banyak yang berlatar belakang Pengusaha dan Pekerja yang harus bisa menjembatani dua aspirasi dan kepentingan itu. Pemerintah pun jika tetap bersemangat untuk mensupport RUU yang diusulkannya malah sangat bagus.

Saya ingin mengatakan Jika Pemerintah dan DPR RI mengerjakan regulasi atas kepentingan nasional harus bisa keluar dari penyandraan siapapun,” ujar Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Federasi Tranportasi Nelayan Pariwisata dan Federasi Media Informatika Grafika Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia tersebut.

“Memang idealnya Pemerintah dan DPR RI berkewajiban untuk mensosialisasikan RUU ini terlebih dahulu kepada Masyatakat dan membiarkan masyarakat memberi Kritik,mengusulkan saran perbaikan dan penyempurnaan.

Dengan demikian RUU ini mendapatkan legitimasi langsung dari rakyat. Pemerintah dan DPR RI tinggal sepakat memutuskan dan menetapkan jadi Undang-undang.

Saya malah mengusulkan DPR turun dulu ke rakyat mensosialisasikan RUU Cipta Kerja ini sambil menenangkan rakyat akan Covid19,” tutup Andi Naja FP Paraga (Red/Wijaya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization