Negara Hadir: KJRI Kuching Berhasil Fasilitasi Pemulangan PMI Asal Bima yang Sakit di Sarawak
bKUCHING – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Kali ini, KJRI Kuching sukses memfasilitasi proses pemulangan seorang PMI asal Bima, Nusa Tenggara Barat, bernama Adnan, yang sempat jatuh sakit saat bekerja di ladang di wilayah Sarawak, Malaysia.
Proses Pemulangan Humanis dan Terkoordinasi
Adnan, yang selama bekerja di Sarawak mengalami kendala kesehatan, mendapatkan perhatian intensif dari KJRI Kuching hingga kondisinya dinyatakan stabil dan layak untuk menempuh perjalanan pulang ke tanah air.
Proses pemulangan ini melibatkan sinergi lintas pihak. Selama perjalanan, Adnan didampingi oleh dua relawan kemanusiaan, yakni Nisba dan Mustafa Leha. Keterlibatan para pendamping ini memastikan kondisi fisik Adnan tetap terpantau dengan baik sejak keberangkatan dari Kuching hingga tiba di perbatasan.
Komitmen Perlindungan KJRI Kuching
Menanggapi keberhasilan misi kemanusiaan ini, perwakilan KJRI Kuching menegaskan bahwa memberikan perlindungan bagi PMI adalah prioritas utama perwakilan RI di luar negeri.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia di Sarawak. Membantu Bapak Adnan untuk kembali ke tanah air agar dapat berkumpul dengan keluarga dalam kondisi yang lebih baik adalah kewajiban kami. Kami juga sangat berterima kasih kepada para relawan dan semua pihak yang telah bersinergi demi kelancaran proses pemulangan ini,“ tegas perwakilan KJRI Kuching.
Kronologi Perjalanan ke Kampung Halaman
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rangkaian perjalanan kepulangan Adnan:
30 Juni 2026: Adnan dijadwalkan melanjutkan perjalanan udara dari Pontianak menuju daerah asalnya di Bima pada pukul 06.00 pagi waktu setempat.
Keberhasilan misi ini menjadi bukti nyata pentingnya koordinasi intensif antara perwakilan RI dengan pihak-pihak terkait, baik di Sarawak maupun di tanah air. Publik memberikan apresiasi tinggi atas responsivitas KJRI Kuching, yang dinilai berhasil menghadirkan rasa aman bagi para pekerja migran yang sedang berjuang di negeri orang.terimah kasih kjri moga sehat dan tetap ada untuk rakyat.
29 Juni 2026: Adnan diberangkatkan dari Kuching, Sarawak menuju Pontianak, Kalimantan Barat.
Penyambutan: Setibanya di Pontianak, Adnan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga, diwakili oleh menantunya, Ridwan.
30 Juni 2026: Adnan dijadwalkan melanjutkan perjalanan udara dari Pontianak menuju daerah asalnya di Bima pada pukul 06.00 pagi waktu setempat.
Keberhasilan misi ini menjadi bukti nyata pentingnya koordinasi intensif antara perwakilan RI dengan pihak-pihak terkait, baik di Sarawak maupun di tanah air. Publik memberikan apresiasi tinggi atas responsivitas KJRI Kuching, yang dinilai berhasil menghadirkan rasa aman bagi para pekerja migran yang sedang berjuang di negeri orang.terimah kasih kjri moga sehat dan tetap ada untuk rakyat.









