iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Musprov Pertina Sul-Sel Diduga Cacat Hukum, 7 Pengcab Menolak Hasil Musprov 13 Mei 2017

waktu baca 2 menit
Pengurus

Loading

SUARALIDIK.COM, MAKASSAR – Pemilihan Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Hotel Dalton, Sabtu (13/05/2017) yang dimenangkan Adi Rasyid Ali (ARA) yang juga wakil Ketua DPRD Makassar, dianggap sarat dengan Pelanggaran dan Intimidasi.

Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan

Rusdi,B.S.Pd.I yang juga Ketua Pengkab Pertina Bantaeng mengatakan, Dalam pemilihan Ketua Pertina Sulsel melalui Musprov itu, menyepakati menggunakan system coblos, dengan memperebutkan 14 suara milik pengurus daerah , 1 suara milik pengurus pusat dan 1 suara milik pengurus Pengprov

Namun menurutnya dalam pelaksanaannya tiba-tiba kubu Adi Rasyid Ali (ARA) menolak hak suara dari Pengurus Pengprov sebelumnya (Demisioner) yang mengintimidasi Pengurus Pusat Pertina sehingga Pimpinan Sidang yang dipimpin langsung oleh PP Pertina mengabaikan aturan yang sudah ditetapkan.

Diceritakannya lagi bahwa saat pelaksanaan Musprov, saya mencoba untuk memprotes atas penolakan hak suara milik Pengurus Provinsi, karena Hak suara milik provinsi sudah jelas-jelas diatur didalam Tatib Pelaksanaan Musprov dan juga sudah di pakai diseluruh Indonesia, Karen sudah menjadi ketentuan di Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA)

Dari 14 Suara milik Pengurus Daerah, 2 diantaranya dianggap tidak layak untuk memberikan suara, yaitu Pengcab Toraja Utara dan Pinrang karena di SK kan oleh Plt Pertina Jhoni Muis saat sidang gugatan Ketum Pertina bapak Ryan Latif sehingga SK tersebut cacat hukum karena tidak ada kewenangan Seorang Plt membentuk pengurus Baru apalagi diperkuat dengan Putusan BAORI yang membatalkan semua apa yang dilaksanakan oleh Plt termasuk membatalkan kepengurusan saat itu.

Dengan dipaksakannya kedua Pengkab tersebut untuk memberikan suara pada Pemilihan Ketua Pertina Sulsel, maka Ketua Pengcab Bantaeng Rusdi,B.S.Pd.I bersama 6 Pengcab Lainnya di Sulawesi Selatan akan melayangkan surat Gugatan Secara Organisasi ke KONI Sulsel dan melakukan Gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization