Miris, Oknum Konsulat Indonesia di Negara Malaysia Dinilai Cederai YAPINUS
Jakarta, suaralidik.com – Penyebab perusahaan Felda Global Plantations Malaysia Sdn.Bhd ingin mengambil alih sekolah yang sudah didirikan lembaga Yayasan Peduli Insani Nusantara (YAPINUS) selama 11 tahun lamanya ternyata dicederai oleh oknum Konsulat Indonesia.
Pasalnya, . Telah ditemukan salinan surat Konsulat dengan Nomor surat: 01615/PK/12/2013/13/01 dengan perihal: Prosudur penumbuhan Community Learning Center (CLC) Bagi Anak-anak Tenaga Kerja Indonesia, dengan inti surat tersebut agar perusahaan Felda Plantations mengambil alih sekolah yang didirikan oleh Lembaga YAPINUS yang dahulunya adalah lembaga YPPAI.
Mengetahui hal ini, Ketua YAPINUS Firdaus Gigo Atawuwur menilai kalau konsulat Indonesia di negara Malaysia itu justru mencederai YAPINUS yang sudah banyak berbuat untuk keberlangsungan pendidikan anak-anak TKI di negara itu.
“Entah apa tujuan konsulat Indonesia mencederai yayasan kami terhadap anak bangsa Indonesia sendiri. Padahal Yayasan Peduli Insani Nusantara (YAPINUS) tak sepersenpun mendapatkan bantuan penyaluran biaya pendidikan anak-anak TKI selama berdirinya yayasan ini. Dengan dicederainya yayasan ini” Kata Firdaus
Juga dikatakannya” kami melihat bahwa negara asing juga mempunyai lembaga yang sama kepeduliannya terhadap anak-anak TKI, namun mereka direspon oleh konsulat Indonesia, contohnya lembaga Humana dari negara lain yang justru dapat support oleh Konsulat Indonesia yang notabenenya hanya mengajarkan baca tulis dan tidak berkulikulum Indonesia yang seperti kami ajarkan” Jelasnya
Bahkan pendiri Lidik Pro ini juga berani membuktikan melalui pemberitaan media-media sebelumnya.
Sementara itu, Sangat jelas keterangan Nadjamuddin Ramli sebagai Kepala Sub Direktorat Kemitraan Pendidikan Kesetaran Departemen Pendidikan Nasional mengatakan di hadapan wartawan Kompas.com bahwa “Ribuan anak TKI lainnya, mendapatkan pengajaran di tempat-tempat belajar yang diselenggarakan Humana Child Aid Society.” Namun, pendidikannya tidak bedasarkan pada kurikulum Indonesia sehingga bisa dimaklumi ketika ada anak-anak tidak mampu menjawab soal-soal UNPK Paket A. Ungkapan tegas di hadapan media. Namun sebaliknya kami dari Lembaga YAPINUS tetap mematuhi aturan memakai kurikulum Indonesia agar siswa-siswi dapat memahami dan bisa menjawab UNPK paket A yang bisa mengubah drastis pengembangan belajar anak.
Diktehuai bahwa selama sebelas tahun Konsulat Indonesia tidak satupun pernah menanggapi permohonan laporan YAPINUS yang hadirnya kepedulian terhadap anak TKI di perusahaan Felda plantations, dengan berbagai laporan dan permohonan yang diajukan YAPINUS tak kunjung ada respon dari konsulat. Namun pemerintah kerajaan Malaysia menanggapi permohonan lembaga YAPINUS dan menyetujui hadirnya keberadaan lembaga YAPINUS dan tidak mempersoalkan keberadaan lembaga yayasan peduli insani nusantara.
Selain pemerintah kerajaan malaysia yang mendukung penuh, diberbagai kantor soal pendidikan yang berada di Jakarta pun sangat menyetujui terbangunnya lembaga yang peduli terhadap pendidikan anak bangsa indonesia contohnya : DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL yang beralamat di Jl. Jendral Sudirman ,gedung E lantai lll Senayan, Jakarta 10270. dengan perihal laporan kami yaitu : Permohonan Rekomendasi Pelayanan Pendidikan Anak-Anak TKI di Sabah Malaysia dan Mendapatkan respon SURAT REKOMENDASI nomor ; 731/E4/MS/2009 juga ditempat lainnya dan akan kami lampirkan sebagai bukti bahwa laporan administrasi kami berjalan dengan baik.
Firdaus Gigo yang sedang berada di Jakarta berharap lembaga YAPINUS tetap berjalan untuk kepedulian mereka terhadap anak-anak TKI di wilayah negara Malaysia. Terkait karena TKI sangat mengenal baik pengurus yayasan dan di jadikan tokoh pemerhati bagi TKI sehingga adanya dugaan kriminalisasi unsur politik menjelang pemilihan 2019. Sehingga banyak yang dikorbankan karena lembaga yayasan kami tidak pernah tunduk oleh oknum yang mencederai demokrasi. (***BCHT)








