iklan banner pemrov sulsel
Berita Desa

Minimnya Anggaran, Terik Matahari Tak Padamkan Semangat Gotong Royong Warga Saukang Bangun Jalan Tani dengan Swadaya

waktu baca 5 menit

SINJAI, Suara Lidik.com – Keterbatasan anggaran pembangunan bukanlah alasan bagi masyarakat Dusun Saukang, Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, untuk menyerah pada keadaan. Di tengah teriknya matahari, warga justru memperlihatkan semangat kebersamaan dengan bahu-membahu membangun akses jalan tani melalui swadaya dan gotong royong. Sabtu 31/10/2026.

Tanpa mengenal lelah, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai orang tua hingga kaum remaja, turun langsung mengerahkan tenaga. Mereka bekerja bersama demi mewujudkan akses jalan yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas pertanian dan memudahkan mobilitas warga menuju lahan perkebunan.

Pemandangan yang menyentuh terlihat ketika sejumlah ibu rumah tangga turut mengambil bagian. Bukan dengan mengangkat material atau mengerjakan badan jalan, melainkan menyiapkan makanan dan minuman sebagai bekal bagi warga yang bekerja di bawah sengatan matahari.

Sebuah kebersamaan sederhana, tetapi menyimpan makna yang begitu besar. Ada keringat yang bercucuran, tenaga yang dikorbankan, material yang disumbangkan, serta keikhlasan masyarakat yang menyatu dalam satu tujuan: menghadirkan akses jalan tani yang dapat dinikmati bersama.

Di sisi lain, persoalan pembangunan infrastruktur desa tidak bisa dilepaskan dari kebijakan dan kemampuan anggaran pemerintah. Berdasarkan data alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Sinjai memperoleh total Dana Desa sebesar Rp21.399.408.000 yang dialokasikan untuk 67 desa.

Foto Dokumentasi Para Ibu Ibu Yang Membawa Bekal Untuk Para Pekerja Berupa Makanan dan Minuman

Salah satu desa penerima alokasi tersebut adalah Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, dengan pagu Dana Desa Reguler sebesar Rp373.456.000. Angka tersebut merupakan alokasi Dana Desa Reguler, bukan keseluruhan pendapatan APBDesa, karena masih terdapat sumber pendapatan lainnya seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Pendapatan Asli Desa (PADes), dan sumber pendapatan sah lainnya.

Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026. Dalam Pasal 15 ayat (3), diatur bahwa sebesar 58,03 persen dari pagu Dana Desa setiap desa dialokasikan untuk mendukung implementasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Secara nasional, alokasi untuk kebutuhan tersebut mencapai Rp34,57 triliun dari total pagu Dana Desa sebesar Rp60,57 triliun. Perubahan skema pengalokasian ini menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan dalam melihat ruang pembiayaan pembangunan desa pada tahun anggaran 2026.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat tetap menjadi perhatian. Sebab, jalan tani bukan sekadar jalur penghubung, melainkan akses penting bagi petani untuk menuju kebun, mengangkut hasil perkebunan, serta menunjang aktivitas ekonomi keluarga.

Berdasarkan pantauan langsung Ketua Tim Investigasi Suara Lidik, Abas Kelana, di Dusun Saukang, terlihat aktivitas pengerjaan jalan tani di kawasan Sungai Bihulo yang dilakukan secara gotong royong dan swadaya masyarakat.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat berupaya memenuhi kebutuhan bersama dengan kemampuan yang mereka miliki. Warga menyumbangkan tenaga, sementara sebagian lainnya turut membantu menyediakan material berupa pasir dan semen secara sukarela.

Kepala Dusun Saukang, Basir, saat dikonfirmasi Suara Lidik.com menjelaskan bahwa pengerjaan jalan tani Sungai Bihulo tersebut telah berlangsung lebih dari satu minggu dan dilakukan melalui swadaya masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan seminggu lebih. Pengerjaan jalan tani Sungai Bihulo saat ini sudah mencapai lebih dari 200 meter, dengan target sekitar 400 meter dan lebar kurang lebih 60 sampai 70 sentimeter,” ungkap Basir.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta memberikan bantuan material demi kelancaran pengerjaan jalan tersebut.

“Saya atas nama Kepala Dusun Saukang mengucapkan banyak terima kasih atas segala upaya masyarakat dalam proses pengerjaan jalan tani Sungai Bihulo ini. Begitu pula kepada ibu-ibu yang telah banyak membantu menyiapkan bekal makanan dan minuman untuk para pekerja,” tuturnya.

“Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah bersumbangsih secara ikhlas dari segi material berupa pasir dan semen. Semoga melalui kebersamaan dan gotong royong ini, silaturahmi semakin terjalin erat dan jalan tani ini nantinya dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” harapnya.

Apa yang dilakukan masyarakat Dusun Saukang menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan. Mereka tidak menunggu semuanya tersedia untuk mulai bergerak. Dengan keterbatasan yang ada, warga memilih menyatukan tenaga dan kepedulian demi kepentingan bersama.

Namun demikian, semangat swadaya masyarakat tersebut hendaknya tidak membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur desa luput dari perhatian pemerintah. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara kekuatan masyarakat dan dukungan pemerintah melalui perencanaan serta penganggaran yang tepat sasaran.

Gotong Royong adalah Kekuatan, Perhatian Pemerintah Tetap Dibutuhkan

Pengerjaan jalan tani Sungai Bihulo bukan hanya tentang berapa meter jalan yang berhasil dibangun. Di baliknya terdapat harapan para petani agar perjalanan menuju kebun menjadi lebih mudah, hasil perkebunan lebih mudah diangkut, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Kepedulian warga yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan menyumbangkan material secara ikhlas patut mendapatkan apresiasi. Akan tetapi, pemerintah desa dan instansi terkait juga diharapkan memberikan perhatian terhadap kebutuhan akses jalan tersebut, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran desa.

Suara Lidik.com memandang bahwa semangat swadaya masyarakat merupakan modal sosial yang sangat berharga. Namun, gotong royong tidak seharusnya menjadi alasan bagi kebutuhan infrastruktur masyarakat untuk dikesampingkan.

Sebab, rakyat bukan hanya membutuhkan semangat untuk membangun desanya sendiri. Rakyat juga membutuhkan kehadiran pemerintah yang mendengar keluhan, melihat kondisi nyata di lapangan, serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan bersama.

Di bawah terik matahari, warga Saukang telah membuktikan arti sebuah kebersamaan. Kini, harapan mereka sederhana: semoga jalan yang dibangun dengan keringat dan keikhlasan itu tidak luput dari perhatian pemerintah.

Suara Lidik.com – Mengawal Aspirasi, Menyuarakan Kepentingan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam