iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Mencermati Restrukturisasi Kredit Akibat Covid-19

waktu baca 3 menit

Loading

SUARALIDIK.COM,_Bank Indonesia (BI) memastikan ketersediaan likuiditas yang mencukupi bagi perbankan untuk melakukan restrukturisasi kredit.

BI bersedia menyerap surat berharga negara (SBN) yang dimiliki perbankan apabila membutuhkan likuiditas. Mereka bisa memanfaatkan term repo yang disediakan BI.

Masalah likuiditas sempat menjadi pokok bahasan antara DPR dan Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara). Bank membutuhkan pasokan likuiditas agar bisa menjaga sustainabili ty restruktrurisasi kredit yang diberikan kepada debiturnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, pada prinsipnya pihaknya siap menyerap SBN yang dimiliki perbankan.

Bahkan, likuiditas Rp700 triliun tersebut juga bisa digunakan untuk merestrukturisasi kredit korporasi atau BUMN jika masih mencukupi.

Perlu diketahui, menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 74 perbankan telah melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang terdampak pandemi covid-19.

Restrukturisasi kredit perbankan hingga 24 April 2020 sudah mencapai Rp207,2 triliun, baik dari debitur UMKM maupun nonUMKM.

Sementara itu, jumlah debitur yang melakukan restrukturisasi itu mencapai 1,02 juta. Restrukturisasi UMKM telah mencapai Rp99,3 triliun dengan jumlah debitur 819.923 dan non-UMKM mencapai Rp107,85 triliun dari 199.411 debitur.

Lebih lanjut, Perry mengatakan, apabila likuiditas sebesar Rp700 triliun ini masih juga belum mencukupi untuk restrukturisasi, pemerintah akan menerbitkan SBN senilai Rp150 triliun untuk menutupi kekurangan dalam program pemulihan ekonomi. “Tentu saja nanti kalau ada (program) pemulihan ekonomi, pemerintah akan menerbitkan SBN juga,” sambungnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui pemerintah sedang berusaha agar pedagang sektor informal seperti pedagang bakso bisa mendapatkan bantuan usaha. Hal ini, menurutnya, sudah dibahas di dalam sidang kabinet.

Usulan itu bertujuan agar pedagang bakso, pedagang kaki lima, dan seluruh pedagang di sektor infromal bisa mendapatkan bantuan usaha, sekaligus juga bisa masuk ke inklusi keuangan. Bantuan itu, kata dia, rencananya akan memiliki besaran yang sama seperti bantuan kepada usaha ultramikro (UMi), yakni antara Rp5 juta – Rp12 juta.

Yang menjadi tantangan ialah data pekerja informal hingga saat ini belum memadai. “Itu karena mereka sangat sulit. Mereka bergerak ke mana-mana,” tandasnya.

Utamakan Pedagang Kaki Lima dan UMKM

Hantaman Covid-19 memang sangat memberatkan perekonomian nasional, apalagi struktur ekonomi dan fundamental ekonomi Indonesia sebelum diterpa Covid-19 sebenarnya sudah kurang baik, sehingga akhirnya mudah sekali perusahaan melakukan PHK, bahkan jika semua sektor produksi dihitung yang terkena PHK bisa mencapai lebih dari 10 juta orang.

Korban PHK, pengangguran, dan pengangguran terselubung jelas akan “membanjiri” sektor pegadang kaki lima atau sektor ekonomi informal jika mereka memilih cara hidup positif, oleh karena itu pemerintah khususnya Kemenkeu, Bank Indonesia dan OJK perlu memprioritaskan pemberdayaan terhadap sektor yang sangat rentan ini, walaupun sebenarnya mampu menarik tenaga kerja informal.

Sementara itu, untuk bantuan restrukturisasi kredit terhadap pengusaha dan perbankan, menurut penulis sebaiknya dilakukan terhadap pengusaha dan perbankan yang memiliki “good and exellence business track record” seperti tepat membayar pajak, tepat memenuhi THR, tidak menerapkan sistem outsourcing, patuh membayar iuran BPJS, tidak mudah mem PHK karyawanannya, dan lain-lain sebelum terjadinya Covid-19.

Hal ini penting menjadi patokan, agar kredit yang direstrukturasasi adalah uang rakyat, sehingga masyarakat atau publik layak mengerti latar belakang mereka yang menerimanya dan mekanismenya, sehingga publik bisa mengawasi terlebih KPK juga harus mencermati proses restrukturisasi kredit ini.

Jangan sampai kasus BLBI dan penutupan 16 bank bermasalah di Indonesia di era Orba terjadi di era Jokowi, semoga.

Oleh : Alfons Jigibalom, Penulis adalah pemerhati masalah Indonesia. Tinggal di Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization