Lima Tahun Jadi Presiden, Rakyat Indonesia Berharap di Pundak Prabowo
Makassar, SuaraLidik.com – Semenjak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2024-2029 pada 20 Oktober lalu, seluruh rakyat Indonesia menaruh harapan dan cita-cita ke pundak beliau.
Betapa tidak, sejak resmi memimpin Indonesia, Prabowo-Gibran langsung bergerak cepat dengan membentuk menteri-menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih.
Menteri-menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih ada yang berlatar belakang profesional dan dari partai politik.
Salah satu dari sekian menteri di jaman Presiden Jokowi yang tergabung di pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu Sri Mulyani (Menteri Keuangan).
Kementerian Keuangan pada periode ini langsung dibawah Presiden Prabowo. Beda dari kabinet-kabinet sebelumnya. Kali ini Prabowo akan sangat ketat soal APBN dan kebijakan keuangan.
Menurut Sri Mulyani, karena sektor perekonomian ada banyak, jadi perlu sistem yang fokus dan strategis untuk mengendalikan keuangan negara. “Kapasitas kewenangannya juga lintas sektor, sehingga Prabowo akan sangat-sangat mengawasi kementrian ini,” ujar Sri Mulyani.
Selain kementrian keuangan, Prabowo juga akan fokus ke pajak properti. Pajak properti dipangkas jadi 16%, Developer diprediksi banjir orderan rumah baru.
Selain pajak perusahaan, pajak properti kabarnya juga akan diturunkan hingga 16% dengan detail sebagai berikut, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar 5%, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11%.
Tak hanya itu, tenor KPR akan diperpanjang sampai 30 tahun dengan pembangunan 3 juta rumah per tahun. ” Ini merupakan salah satu cara mendorong industri properti untuk katrol pertumbuhan ekonomi dengan skala lebih luas,” ungkap Prabowo.
Presiden Prabowo juga rencananya akan memangkas pajak perusahaan menjadi 20%. Lampu hijau UMKM dan Pengusaha Lokal. “Ini selaras dengan strategi pertumbuhan ekonomi 8%. Saya juga akan berencana memangkas Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebanyak 2% dari 22% menjadi 20%,” jelasnya.
Keresahan bossman akan pajak di Indonesia akhirnya mulai memberikan titik terang, karena ini jadi benalu para pengusaha untuk bisa scale up, terutama dari UMKM yang jadi tulang punggungnya ekonomi bangsa. “Dengan pajak perusahaan yang nominalnya lebih wajar, diharapkan daya saing usaha juga makan masif,” ungkap Prabowo.
Di program Presiden Prabowo selanjutnya ialah mengurangi impor sejahtera pangan 5 tahun ke depan.
Presiden Prabowo Subianto akan menargetkan 4 sampai 5 tahun Indonesia akan siap menjadi lumbung pangan dunia yang mampu memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat. Hal ini diharapkan bikin Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor.
Rencananya, Prabowo bakal merealisasi swasembada komoditas secara bertahap dengan skala prioritas utama ada di beras dan jagung.
Program ini, kata Prabowo adalah salah satu PR paling berat di Indonesia, karena jangkauannya sangat luas dan agraria adalah sektor mata pencaharian utama Indonesia.
Maka dari itu, ada beberapa yang harus disolve, antara lain pengambangan infrastruktur (sistem irigasi, jaringan jalan, fasilitas gudang dan stok dan kelayakan lahan).
Kemudian, keterlibatan masyarakat setempat dalam perencanaan swasembada, agar tetap ‘sembodo’ dengan sumber kehidupan mereka. Lalu solusi risiko force majeur, seperti iklim dan fluktuasi cuaca badai, kekeringan, hujan lebat dan apapun yang membuat gagal panen.
Selanjutnya, kata Prabowo investasi untuk modernisasi praktik pertanian yang masih tradisional di banyak wilayah di Indonesia. Dan yang terakhir, tata kelola air, karena jadi pasokan yang cukup elemen kunci pertanian.
Lalu program Prabowo selanjutnya, yaitu target ekonomi per kapita 8%, apakah realistis?
“Capaian 8% ini bisa membuat Indonesia terlepas dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap/MIT) dan selangkah menuju negara maju. Ini juga challenge besar untuk di wujudkan karena ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,08% di semester 2024. Dan tentunya ini PR kami, terutama dari segi revitalisasi industri yang menggerakkan sektor UMKM, serta membereskan masalah kebijakan pajak yang terlalu tinggi,” ujarnya.
Tak ketinggalan program makan bergizi gratis. Tentunya ini program besar Prabowo – Gibran yang sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari.
Tujuan utama dari program makan bergizi gratis ini adalah untuk menuntaskan kelaparan dan masalah stunting pada anak Indonesia sejak dini.
Menurut Prabowo, program ini ditargetkan untuk 82,9 juta penerima sampai tahun 2027. Berikut target penerima makan bergizi gratis : Ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak sekolah dari PAUD hingga SMA, sekolah negeri dan swasta.
Dan program Prabowo – Gibran yang terakhir yaitu pendidikan. Presiden Prabowo menyadari pendidikan merupakan investasi untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kelak akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang siap bersaing di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, salah satu yang ter-highlight dan paling beda dari kepemimpinan sebelumnya adalah Kementrian Pendidikan yang dipecah jadi 3 menteri, yaitu Kementrian di Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian di Tingkat Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Kementerian di Riset dan Kebudayaan.
Dengan dipecahnya Kementerian Pendidikan menjadi 3 bidang, masing-masing akan dipimpin seorang menteri dan wakil menteri.
“Kementerian pendidikan menjadi salah satu visi prioritas. Dan bukan tidak mungkin semua kendala dan keluhan sistem pendidikan Indonesia termasuk soal honor guru bisa disolve,” pungkasnya.







