iklan banner pemrov sulsel
Banner PDAM Makassar

Lantik Pj Bupati Luwu dan Wajo, Ini Pesan Pj Gubernur Sulsel

waktu baca 3 menit
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, Melantik Muhammad Saleh sebagai Pj Bupati Luwu dan Andi Batarilifu sebagai Pj Bupati Wajo, di Aula Tudang Sipulung, Rujab Gubernur Sulsel, Rabu 21 Februari 2024.

Makassar, SuaraLidik.com – Pelantikan 2 (dua) Kepala Daerah kembali dilakukan oleh Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Kali ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, Muhammad Saleh dilantik sebagai Pj Bupati Luwu, dan Direktur Fasilitas Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Andi Batara Lipu sebagai Pj Bupati Wajo, di Aula Tudang Sipulung, Rujab Gubernur Sulsel, Rabu (21/02/2024).

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sulsel, Idham Kadir membacakan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Menteri Dalam Negeri memutuskan dan menetapkan pengangkatan Muhammad Saleh sebagai Pj Bupati Luwu, dan Andi Batara Lipu sebagai Pj Bupati Wajo,” jelas Idham Kadir.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulawesi Selatan tanpa terkecuali dan seluruh penyelanggara negara, karena alhamdulillah kita sudah melaksanakan Pemilu tanggal 14 Februari 2024 berlangsung aman dan lancar.

“Ini membuktikan bahwa Sulsel bisa tonji. Dulu kita sering masuk tingkat kerawanan atau garis merah, tapi alhamdulillah sekarang kita paling aman nomor dua di Indonesia,” ujarnya.

“Saya kira ini indikasi yang baik bagi Sulsel, karena kita bisa beri pesan ke publik bahwa Sulawesi Selatan juga aman untuk berinfestasi. Jadi kalau daerah aman, Insya Allah para pengusaha akan merasa nyaman untuk membuat usaha di Sulsel,” sambung Bahtiar Baharuddin.

Disamping itu, Pj Gubernur Sulsel menekankan kepada Pj Bupati yang baru dilantik agar memperhatikan inflasi di daerah masing-masing.

“Inflasi ini kan ketersediaan 21 bahan pokok. Tidak mudah menjadi Bupati, Wali Kota dan Gubernur mengurus inflasi. Tidak ada satu kabupaten di Sulsel yang memenuhi 21 bahan pokok. Misalnya, ada dagingnya, tapi tidak ada cabainya. Ada cabainya, tapi tidak ada bawangnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pj Gubernur Sulsel juga meminta kepala daerah untuk setiap Minggu turun ke pasar. “Jangan hanya menunggu laporan, cek berapa harga kebutuhan pokok di pasar. Setelah itu kita rapat apa kekurangannya. Alhamdulillah saat ini sudah bagusmi, tinggal kita pertahankan,” imbuhnya.

Ada 3 daerah baru di Sulsel tambahan untuk sampling inflasi, yaitu Wajo, Luwu dan Sidrap.

“Kedua Pj Bupati ini yang baru dilantik akan menjadi lokasi samplingnya Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Inflasi di Tahun 2024,” ucapnya.

Setelah Inflasi bagus, supaya ekonomi bergerak dan lapangan kerja bisa kita ciptakan, ada banyak cara, pertama berinvestasi dan tentu diperlukan modal.

“Nah, sekarang alhamdulillah kita diberi perhatian khusus Menteri Perekonomian mengalokasikan Rp. 30 trilyun. Jadi tidak ada alasan tidak bisa berusaha,” katanya.

Akan tetapi bagaimana masyarakat kita bisa menggunakan uang itu dengan benar, maka saya meminta seluruh dinas terkait turut mendampingi.

“Jadi saya kira Rp. 30 trilyun benar-benar bisa kita serap, saya kira ekonomi Sulsel jauh lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *