Kunjungan ke Provinsi Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif Luangkan Waktu Diskusi Santai Bersama Mahasiswa Sulsel di Tanah Rantau
YOGYAKARTA, Suaralidik.com — Malam hari di Kota Jogja menjadi momen tersendiri bagi Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif. Di tengah padatnya agenda kegiatan, ia menyempatkan diri bertemu dan bersilaturahmi dengan sejumlah mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, Selasa 11 Agustus 2026
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Sufriadi Arif berkumpul bersama adik-adik mahasiswa asal Wajo (Kepmawa Yogyakarta), Bulukumba, Enrekang, serta mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia (IKAMI) Yogyakarta.
Tanpa sekat formalitas, pertemuan diisi dengan obrolan ringan, bertukar cerita, hingga membahas berbagai pengalaman mahasiswa selama menjalani kehidupan di tanah rantau. Suasana hangat membuat diskusi mengalir secara natural, dari kehidupan kampus hingga dinamika keseharian mereka di Yogyakarta.
Bagi Sufriadi, pertemuan dengan mahasiswa bukan sekadar agenda silaturahmi. Ada banyak cerita dan perspektif yang bisa diperoleh ketika berkomunikasi langsung dengan generasi muda yang sedang menimba ilmu jauh dari kampung halaman.
“Silaturahmi dengan mahasiswa selalu punya arti tersendiri. Dari obrolan sederhana, kita bisa saling berbagi pandangan, menjaga kebersamaan, dan terus membangun komunikasi,” ujar Sufriadi dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, mahasiswa Sulawesi Selatan yang berada di berbagai daerah merupakan bagian penting dari generasi penerus yang kelak akan kembali membawa pengetahuan dan pengalaman untuk berkontribusi bagi daerah asalnya.
Ia juga menyempatkan diri mendengar langsung cerita para mahasiswa mengenai aktivitas mereka selama berada di tanah rantau. Mulai dari kehidupan akademik, organisasi, hingga bagaimana mereka menjaga hubungan kekeluargaan sesama mahasiswa asal Sulawesi Selatan.
Bagi mahasiswa, kehadiran tokoh daerah dalam ruang-ruang informal seperti ini juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan berbagi pengalaman secara lebih terbuka. Komunikasi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan malam itu, tetapi terus terjaga dalam berbagai kesempatan.
Sufriadi menilai, menjaga hubungan dengan mahasiswa di luar daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat ikatan kekeluargaan masyarakat Sulawesi Selatan. Perbedaan daerah asal, latar belakang, maupun aktivitas tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap saling mendukung dan menjaga kebersamaan.
Malam di Jogja pun ditutup dengan suasana penuh keakraban. Di tengah kesibukan dan jarak yang memisahkan dari kampung halaman, pertemuan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa silaturahmi, komunikasi, dan kepedulian tetap menjadi jembatan penting untuk menjaga kedekatan antara generasi muda Sulawesi Selatan di tanah rantau dan daerah asalnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan