Khutbah Idul Fitri, Ingat Dosa dan Kematian, Bikin Jemaah Menangis
Khutbah Idul fitri Ingat Dosa dan kematian membuat Jemaah Pelataran Masjid Jami Nailul Maram Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara menangis pada Jumat (15/6/2018) pagi.
Shalat Ied yang dengan ribuan masyarakat umum tidak mampu menahan air mata saat Khatib A. Asdar S.Ag membawakan khutbah yang bertema wajibnya kita untuk berbuat baik kepada orang tua.
Jemaah yang hadir tampak beberapa kali mengusap air matanya. Hal tersebut terus terulang sembari menundukkan kepala dan mengaminkan doa sang Khatib.
Bukan hanya saat berdoa, saat Khatib mengingatkan seluruh jemaah yang hadir akan kematian dan orang tua yang tidak lagi bisa bersama anak-anaknya pada lebaran ini, justru semakin membuat air mata jemaah semakin menetes.
Sambutan Plt Bupati Sinjai
Sebelum Shat Ied, Sekertaris Camat Sinjai Utara, H. Sofwan Sabirin membacakan isi sambutan Bupati Sinjai.
Dalam arahannya menyampaikan beberapa pesan, Ia memohon pamit kepada seluruh masyarakat Sinjai sebab masa jabatan selaku Pelaksana Tugas Bupatu maupun Wakil Bupati Sinjai akan berakhir pada bulan agustus mendatang.
Selain itu ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan serta menyampaikan terima masih atas dukungan selama ini kepada pemerintah selama lima tahun ini.
Inti Khutbah Idul Fitri
“Karena itu, Jika kalian yang berakal sehat pasti tidak akan menyia-nyiakan agama dan kalau kamu benar-benar menghendaki kebahagiaan yang hakiki terutama kelak “
Railah kebahagiaan Hakiki, bukan kebahagiaan semu atau sementara saja.
Kita semua akan meninggalkan dunia ini. Satu saat kita akan dikuburkan. Hanyalah Iman dan takwa yang akan kita bawa menghadap Allah.
Maka hari Raya sekarang ini kita berjanji kepada diri kita sendiri, bahwa sisa umur kita akan kita pergunakan untuk mengabdi kepada Allah untuk beramal saleh serta berbuat yang terbaik untuk Bangsa dan Tanah air.
“Sepulang dari sini, datangilah langsung orang tuamu, cium kakinya, peluk erat dirinya seraya berkata, maafkanlah saya ibu. Saya telah khilaf dan banyak dosa kepadamu,” sedih khatib.
(***AaNd)









