iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Ketua Lidik Pro Makassar: Ini Sosok Tersangka Peredaran Uang Palsu ‘AI’

waktu baca 4 menit
Salah Satu Tersangka Kasus Peredaran Uang Palsu (AI), Merupakan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Loading


Gowa, SuaraLidik.com – Ketua Lidik Pro Makassar, Andi Jaka Malageni, SH, mengapresiasi kinerja pihak Polda Sulsel dan jajaran Polres Gowa, karena berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu.

Hal ini setelah Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Yudhiawan Wibisono, bersama jajaran Polres Gowa melakukan Konferensi Pers, pengungkapan kasus peredaran uang palsu, di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024).

Dalam keterangannya, Kapolda Sulsel mengungkapkan salah satu pelaku produksi uang palsu inisial ‘AI’ sempat mengajukan proposal untuk maju di Pilkada Barru. Rencananya uang palsu yang dicetak tersebut akan dibagikan saat kampanye.

“Tersangka ini mengajukan proposal pendanaan Pilkada di Kabupaten Barru. Tapi, alhamdulillah tidak jadi,” ujarnya.

Tersangka ‘AI’ tidak jadi maju di Pilkada Barru karena tidak ada partai yang tertarik untuk mengusungnya. Kapolda Sulsel mengaku uang palsu dicetak dan dipakai untuk membiayai kampanye tersangka.

“Ini dalam rangka untuk dana kampanye, uang-uang ini dicetak. Tapi tidak jadi, tidak ada partai yang mencalonkan (mengusung),” kata Yudhiawan.

Pada tahun 2012, salah satu tersangka lainnya juga sempat menawarkan uang palsu kepada salah satu calon Wali Kota Makassar. Hanya saja, Yudhiawan tidak mengungkapkan sosok calon Wali Kota Makassar yang pernah ditawari uang palsu.

“Calon Wali Kota itu menolak. Dia calon Wali kota yang kalah waktu itu,” bebernya.

Lanjut Kapolda Sulsel mengungkapkan, produksi uang palsu pertama kali dilakukan sindikat ini pada 2 Juni 2010. Produksi uang palsu dilakukan oleh tersangka ‘ASS’ di rumahnya di Jalan Sunu Blok N5, Kota Makassar.

“Timeline pembuatan dan peredaran uang palsu ini dimulai dari 2 Juni 2010. Terus kemudian lanjut 2011 sampai dengan 2012,” jelasnya.

Sempat berhenti beroperasi, ‘ASS’ kemudian kembali mencetak uang palsu di bulan Juni 2022. Pada bulan Juli 2022, tersangka mempelajari untuk membuat uang palsu agar tampak asli.

“Jadi kalau dilihat sekarang perencanaan pembuatan ini dari 2022. Kalau 2010 ini masih taraf pengenalan,” katanya mantan Kapolrestabes Makassar ini.

Kapolda Sulsel mengungkapkan di bulan Oktober 2022, ‘ASS’ mulai serius untuk menekuni produksi uang palsu. Hal itu ditunjukkan dengan membeli alat cetak dan kertas untuk mencetak uang palsu.

Kemudian di tahun 2024 di bulan Mei sudah mulai produksi. Lalu di bulan Juni sudah ketemu di antara mereka (tersangka). Kemudian juga ada saling bekerja sama diantara mereka.

Kapolda Sulsel menilai, para tersangka berkomunikasi melalui grup WhatsApp. Melalui grup WhatsApp tersebut uang palsu diperjual belikan.

“Nantinya proses pembuatan akan diviralkan dan ditawar-tawarkan melalui grup WhatsApp,” ungkapnya.

Kongkalikong Dengan Pegawai UIN

Pada bulan September 2024, tersangka ‘ASS’ bertemu dengan dengan ‘AI’ yang merupakan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Keduanya pun membeli mesin cetak offset untuk membuat uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

“Jadi bulan September 2024, mereka berkomunikasi dengan ‘AI’ Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar untuk mengangkut peralatan. Lalu membuat uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar,” sebutnya.

Kapolda Sulsel menyebut, tersangka sempat membakar uang palsu sebanyak Rp40 juta karena kondisi rusak. Pada bulan November 2024, tersangka kembali mencetak uang palsu sebesar Rp150 juta.

“Ada juga penyerahan uang palsu sebesar Rp250 juta. Dan yang kemarin sebelum ditangkap menyerahkan uang palsu Rp200 juta,” urainya.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel ini mengatakan, para tersangka sempat menghentikan produksi karena mulai tercium oleh kepolisian pada akhir bulan November 2024. Lalu tersangka ‘AI’ kembali mencetak uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar dan akhirnya terbongkar.

“Mereka menghentikan produksi karena ada informasi bahwa polisi melakukan penyelidikan di akhir November 2024,” tuturnya.

Sementara Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan, kronologi pengungkapan berawal dari produksi uang palsu di Jalan Sunu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Karena membutuhkan mesin yang lebih besar, akhirnya tersangka ‘ASS’ memesan mesin cetak offset.

“Tadinya mereka menggunakan alat yang lebih kecil, alatnya sudah kita sita. Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset senilai Rp600 juta,” ujarnya.

Mesin cetak offset tersebut dibeli d Surabaya, namun dipesan di China. Setelah mesin cetak tersebut tiba, ‘ASS’ berkomunikasi dengan ‘AI’.

“Nah, alat itu lalu dimasukkan oleh salah satu tersangka ‘AI’ ke dalam salah satu kampus di Kabupaten Gowa, menggunakan gedung salah satunya perpustakaan tanpa sepengetahuan pihak kampus,” katanya.

Lanjut Kapolres Gowa menambahkan, mesin cetak tersebut dimasukkan di malam hari. Alat diangkat ke dalam perpustakaan dengan menggunakan forklift.

“Kami mencoba rekonstruksikan dengan 25 personil Polri dan tidak ada yang mampu mengangkat mesin itu. Jadi dia menggunakan forklift untuk memasukkan alat itu,” ungkapnya.

Dengan adanya mesin cetak tersebut, ‘AI’ bersama ‘MN’ mulai mencetak uang palsu di salah satu ruangan lantai 1 Perpustakaan UIN Alauddin Makassar di awal bulan September 2024.

“Jadi begitulah ceritanya di awal bulan September 2024, 2 TKP mulai beroperasi tindak pidana (produksi uang palsu),” pungkasnya.

Andi Jaka
Andi Jaka
Andi Jaka
Andi Jaka
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam