iklan banner pemrov sulsel
Pendidikan

Kepsek UPT SPF SMPN 6 Makassar Lakukan Inovasi Revolusi Pendidikan “Asesmen Tanpa Soal”.

waktu baca 3 menit
Kepala Sekolah UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, Dr. H. Munir, S.Ag, M.Ag.

Makassar, SuaraLidik.com – Kepala UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, DR. H. Munir, S.Ag, M.Ag melakukan terobosan dan inovasi terbarunya di dunia pendidikan yakni, Asesmen Tanpa Soal, yang diberi nama “MATASA”.

Kegiatan Asesmen Tanpa Soal yang dilaksanakan di SMPN 6 Makassar, dimulai hari ini Selasa 14 Desember hingga 21 Desember 2021 untuk semua tingkatan kelas X, XI dan XII.

Menurut Kepsek SMP 6 Makassar H. Munir menjelaskan tentang inovasi terbarunya, dikarenakan mutu pendidikan kita sangat rendah, sehingga kita perlu lakukan revolusi atau gerakan, apalagi Pak Wali mempunyai program Revolusi Pendidikan.

“Itulah makanya muncul inovasi Revolusi Pendidikan, dikarenakan mutu pendidikan kita sangat rendah. Para kepala sekolah dan Dinas Pendidikan wajib menerjemahkan baik program Pak Wali,” ujar H. Munir kepada awak Media Suara Lidik diruangan kerjanya, Selasa (14/12/2021).

“Maka dari itu saya mencoba melakukan inovasi yakni, Hibridisasi Pendidikan, Outing Class, dan Asesmen Tanpa Soal. Sebelumnya saya sudah memberitahukan dan berkordinasi kepada Pak Wali, Ibu Kadisdik dan Ibu Sekdis Pendidikan Makassar atas inovasi yang kami akan lakukan,” ungkapnya.

H. Munir menjelaskan, mengapa Asesmen Tanpa Soal kami beri nama “MATASA”, karena kalau arti bahasa orang Bugis Makassar artinya sudah matang, ibarat buah sudah bisa panen, kalau masakan sudah siap saji. Maka dari itu para siswa sudah melaksanakan proses belajar selama satu semester, sudah di anggap matang, maka sudah waktunya sekarang di panen.

Selain itu, H. Munir mengatakan, Pak Wali suka dengan isu kedaerahan, karena selama ini kita melakukan Asesmen menggunakan soal, itu membuat siswa kita merasa tegang dan tidak semangat. Jadi mari kita mengubah kebiasaan lama yang membuat pendidikan kita begitu-begitu saja, karena kita mau melakukan sesuatu yang berbeda. Jadi Asesmen Tanpa Soal itu sebenarnya menjawab isu Merdeka Belajar.

“Selama ini materi soal, metode pembelajaran, waktu dan tempat, semua ditangani oleh guru, terus apa yang kita serahkan ke siswa, sementara dari dulu sampai sekarang ada namanya belajar siswa aktif. Coba sekarang kita berikan kendalinya ke siswa, guru cuma memberi fasilitas saja. Memang sekarang tugas guru bukan lagi mengajar, untuk apalagi lagi mengajar kalau tataran kognetif saja, semua itu sudah ada di gadget, apa yang kamu tanyakan semua ada di situ. Kalau tataran ilmunya saja yang kita mau, bagaimana siswa bisa melakukan yang ingin dia ketahui dan melakukannya sendiri. Jadi seharusnya anak-anak kita diberikan ruang untuk melakukan dan menerapkan apa yang sudah ia pelajari, sehingga anak-anak bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang lain,” jelas H. Munir.

H. Munir menjelaskan ada beberapa jenis ilmu pendidikan, diantaranya kognitif, yaitu ilmu pengetahuan, dan psikomotorik yaitu keterampilan dan afeksi yaitu sikap. Jadi Asesmen tanpa soal ini siswa hanya diberikan instrumen. Yang pertama diminta kepada siswa menuliskan apa yang dia ketahui selama satu semester ini, kedua siswa diminta menuliskan apa yang bisa di lakukan dengan ilmu itu.

H.Munir berharap, dengan inovasi Revolusi Pendidikan yang ia lakukan, semoga kota Makassar menjadi percontohan di tingkat nasional.

“Karena sebenarnya penilaian itu berbasis proses, bukan berbasis hasil jadi. Maka dari itu penilaian pendidikan itu mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir,” tutup H. Munir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version