Kepala Desa Kanrung Sinjai Didemo Warganya, Ini Tuntutannya
Sinjai, suaralidik.com – Aksi demo di hari kedua dari Aliansi Pemuda Desa Kanrung yang menuntut Transparansi penggunaan dana Desa ADD akhirnya bubar dengan tertib dan aman,jumat 14/09/2018.
Massa dari Aliansi pemuda kanrung melakukan aksi demo di depan kantor Desa kanrung kecamatan sinjai tengah yang di komandoi Akbar selaku korlap dan irsan serta irfan selaku jenderal lapangan,dalam tuntutan mereka meminta agar Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) di perlihatkan secara transparansi di hadapan masyarakatnya sesuai UUD no 6 Permendagri 20 bab 72 ayat 1,dan menuntut agar ketua BPD mundur dari jabatannya sebab di anggap tidak mampu mengawal atau mengawasi pengelolaan dana desa(ADD)dan yang terakhir menuntut penuntasan dugaan adanya perselingkuhan birokrasi di pemerintahan Desa kanrung.
Para pengunjuk rasa terus mendesak kepala desa kanrung agar dapat keluar dan menemui pendemo di depan kantornya serta memberikan penjelasan terkait tuntutan pendemo.dan akhirnya kepala desa kanrungpun keluar dari kantornya di kawal oleh aparat kepolisian dan TNI tuk menemui para pendemo,Buhari hamid kepala desa kanrung di hadapan para warganya meminta agar supaya hal ini sebaiknya di bicarakan di dalam kantor atau di Ruang aula pertemuan agar segala persoalan dapat terselesaikan dan di bicarakan baik baik tutur kepala desa kanrung.
Namun massa dari aliansi pemuda Desa kanrung menolak untuk nego atau masuk keruang aula mereka tetap minta agar persolan ini diselesaikan di luar di hadapan para massa demonstrasi dan jangan ada yang ditutup tutupi.
Mendengar permintaan dari para pendemo yang dianggap tidak mau menerima saran, kepala desa pun kembali masuk ke kantornya dan sempat terjadi saling dorong mendorong antar aparat dan pengunjuk rasa.
Berselang kemudian kapolres sinjai tiba di lokasi dan langsung menemui para pendemo dan meminta alasan dari diadakannya aksi unjuk rasa ini. Setelah mendengarkan tuntutan dari aliansi pemuda desa kanrung, Ardiansyah dengan sedikit sentuhan bahasa dan disertai candaan gurauan akhirnya dapat melunakkan hati mereka.
Di hadapan massa, Kapolres sinjai meminta agar persoalan ini dilimpahkan kepihak penyidik polres Sinjai untuk menuntaskan persoalan ini dan jangan ada yang gegabah mengambil suatu tindakan yang melawan hukum sebab negara ini negara hukum.
Akhirnya para pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib serta dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pembersihan di area jalan depan kantor Desa dengan memungut sampah secara bersama sama antara pihak kepolisian dan TNI.

kepala desa kanrung Buhari Hamid yang ditemui langsung oleh awak media di ruang kerjanya mengatakan bahwa persoalan ini biarlah aparat kepolisian yang melakukan penyidikan atas apa yang dituntut oleh para pengunjuk rasa itu.
” kan saya sudah meminta dengan sangat agar persoalan ini bagusnya kita bicarakan di ruang aula yang ada di kantot kami, ruangan tersebut dibangun memang untuk ruang pertemuan tempat saling bertukar pendapat dan mengeluarkan aspirasi tapi yah mereka tetap tidak mau masuk yang jelas hal ini saya serahkan sama pihak kepolisian dan saya hanya dapat bersabar dan bersandar diri kepada yang maha kuasa tapi ingat apa bila hal ini tidak terbukti maka saya akan tuntut balik dengan dasar pencemaran nama baik saya selaku kepala Desa” tutup Buhari Hamid di hadapan awak media. (***ABASRI)








