Kenalilah Dirimu
SUARALIDIK.COM – Kalimat “kenalilah dirimu sendiri” telah dikenal di kalangan pencari Tuhan dalam agama Islam (kaum sufi) dan kalangan filosof Yunani, “gnothi seauton (know thyself), tertulis di pintu gerbang masuk kuil Apolo, di Delphi, Yunani.
Jika didalami, sungguh dahsyat makna dua kata itu. Dikisahkan dalam salah satu Hadis Nabi, meskipun diperdebatkan kualitasnya, “barang siapa yang mengenal dirinya, dialah yang mengenal Tuhannya.” Artinya orang yang ingin mengenal Tuhannya, lebih dahulu harus mengenal dirinya.
Orang yang mengetahui tentang dirinya akan memelihara dan memenuhi akan kebutuhan dirinya, lahir dan batin. Mereka paham apa yang boleh dan terlarang untuk dirinya. Yang dibolehkan tentu baik dan yang dilarang pasti dapat merusak dirinya, berakhir penyesalan. Dirinya-lah ditempat belajar mencari hakikat hidup, dari mana, kini ada dimana, dan akan kemana setelah mati? Dirinya-lah dipandang sebagai alam kecil untuk memahami alam luas, di luar dirinya, termasuk Tuhannya.
Sebaliknya, orang-orang yang tidak mengenal dirinya apalagi Tuhannya, cenderung tidak mengetahui cara merawat hubungan baik dengan orang lain, termasuk lingkungannya. Mereka tidak menyadari, merusak perasaan orang lain, pada hakikatnya merusak dirinya sendiri.
Semoga kita termasuk orang yang bergegas untuk belajar membaca dan memahami jati-diri masing-masing untuk memandang orang lain sebagai cerminan diri kita sendiri. Baik bagi orang lain, sudah tentu baik bagi diri kita sendiri. Tapi belum tentu yang baik menurut kita (subjektif), baik juga bagi orang lain.
Mencari makna hakikat hidup dan Tuhan, itu tidak mudah, dan butuh ikhtiar, ilmu, pengalaman, dan kesabaran serta keikhlasan.
M. Saleh Mude





