Kenali 15 Brand ASEAN Yang Kini Telah Mendunia
11. Potato Corner ( Filipina )
Terkenal berkat rasa dan pengalaman mereka selama 24 tahun, Potato Corner telah membuka 500 cabang di Filipina, hingga Amerika Serikat dan Panama.
Membuka toko pertama pada 1992, di 2016 Potato Corner sudah memiliki 800 lapak. Pada tahun 2006, Indonesia menjadi negara pertama di luar Filipina yang mencicipi kelezatan kentang goreng mereka.
12. URC (Filipina )
Universal Robina Corporation atau URC memiliki sejarah yang cukup panjang, mulai dari 1954. Didirikan warga negara Filipina, John Gokongwai, yang belajar perdagangan impor pada masa perang dan sesudahnya, perusahaan ini pertama dikenal sebagai Universal Corn Production.
Kini, URC telah menjadi pemain utama dalam bidang industri makanan ringan dan menyokong kebutuhan-kebutuhan warga dunia melalui bisnis impor yang mereka jalani. Jack n’ Jill yang ada tertera dalam bungkus Piattos dan Sea Crunch termasuk produk dari URC.
Namanya telah dikenal oleh dunia, mulai dari negara tetangga seperti Indonesia, Vietnam, dan Singapura, hingga Asia Timur, Jepang, Cina, bahkan sampai daerah Timur Tengah
13. San Miguel ( Filipina )
La Fabrica de Cerveza de San Miguel pertama didirikan pada 1890 sebagai tempat pembuat bir pertama di Asia Tenggara. Dikendalikan oleh keluarga-keluarga ternama Filipina seperti Zobel de Ayalas Roxases, dan Sorianos, perusahaan yang kini dipegang oleh Ramon Ang serta Eduardo “Danding” Cojuangco Jr., San Miguel masih menjadi bir utama di negaranya sampai saat ini.
Memiliki merek lain seperti Red House, dan Golden Eagle, nyatanya San Miguel Corporation tidak hanya memproduksi bir, tapi juga terlibat di dunia makanan, minuman, tenaga, hingga maskapai.
Konsisten berada di 10 besar bir dengan penjualan terbanyak di dunia, mereka beroperasi di berbagai negara, yakni Tiongkok, Hong Kong, dan Australia.
14. Pilmico Food Corporation ( Filipina )
Perusahaan produk unggas dan distributor tepung ini semula merupakan perusahaan bersama konglomerat Filipina bernama Aboitiz Group, dengan perusahaan Amerika Serikat, The Pillsbury Company of Minnesota, pada 1962 hingga 1990. Saat itu mereka menggunakan nama Central Phillipine Milling Corporation.
Memasuki tahun 1990, mereka mengubah nama menjadi Pilmico Food Corporation. Semua saham perusahaan dijual ke Aboitiz & Company. Penjualan tersebut mengembalikan mereka ke pemilik asli, Ramon dan Vidal Aboitiz, kakak-beradik, pendiri Central Phillipine Milling Corporation di 1958.
Kemudian pada 2013, mereka mulai melakukan uji coba produk ke luar Filipina. Mereka memilih Indonesia dan Vietnam sebagai daerah uji coba.
Kini, empat tahun kemudian, Pilmico sudah mengekspor produknya ke Thailand, Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Hong Kong.
15. Integrated Micro-Electronics ( Filipina )
Salah satu konglomerat tertua dan terbesar di Filipina, Ayala Group, memperluas daerah kekuasaannya dengan menggandeng Resins Incorporated pada 1980 untuk membuat sebuah perusahaan yang menaungi jasa manufaktur elektronik, dan juga pengumpulan serta tes uji coba tenaga semi-konduktor. Itulah Integrated Micro-Electronics alias IMI.
Bergerak di dunia teknologi dan sumber daya, mereka adalah kekuatan dalam industri telekominasi, tenaga solar, otomotif, obat-obatan, hingga perangkat penyimpan.
IMI bergerak secara internasional dengan memiliki tempat di Tiongkok, Meksiko, Amerika Serikat, Bulgaria, Ceko, Jepang, dan Jerman.
Baru-baru ini, mereka bahkan menambah daya jelajahnya ke wilayah industri kapal terbang, dan sektor pertahanan dengan membeli perusahaan manufaktur asal Britania, STI Enterprises. ( diolah dari beberapa sumber/RED2 )

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan