iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Kadin Pesantren Adakan Webinar Kemandirian Ekonomi

waktu baca 5 menit
Zoom meeting, dihadiri 100 orang Partisipan dari berbagai kalangan.

Loading

Zoom Meeting, Suaralidik.com —Webinar Bisnis dengan tema Pesantren dan Kemandirian Ekonomi, di Zoom Meeting dihadiri hampir 100 partisipan dari berbagai kalangan. Acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Inkubasi (Kadin) Pesantren dan Wasathiyyah Center ini, sebagai hostnya Zainurrofieq, M.Hum., Keynote speaker TGB Dr. M. Zainul Majdi, MA, dan narasumber H. Oleh Soleh, SH., Ahmad Tazakka Bonanza, Muhammad Hasan Gaido, H. Hasminto Yusuf, dan Syamsu Alam Darwis. Sabtu, 11 Juli 2020.


TGB M. Zainul Majdi, memaparkan bahwa pesantren menjadi titik pemberangkatan dalam membangun umat dan bangsa. Saat pesantren mampu memajukan umat Islam, maka dalam waktu yang sama telah menjadikan bangsa yang maju. Di sinilah pentingnya kemandirian ekonomi di pesantren.
Membangun kemandirian di pesantren sangat penting. Sebab, apabila hal ini sukses, maka telah membangun umat dan bangsa secara bersamaan, ujar ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu.
Selanjutnya host sekaligus inisiator Kadin Pesantren Zainurrofieq mempersilahkan H. Oleh Soleh, SH., untuk mempresentasikan materinya. Wakil ketua DPRD Jawa Barat ini, selain memaparkan tentang Rancangan Peraturan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang Penyelenggaraan Pesantren, Oleh Soleh juga membahas sejarah pesantren. Menurutnya, Indonesia bukan hanya terkenal dengan SDA dan kemajmukannya, juga masyhur dengan jutaan pesantren.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pesantren terkenal dengan Kemandiriannya, kurikulum sendiri. Di akhir presentasinya, Oleh Soleh meminta masukan agar kemandirian pesantren tertuang dalam Peratutan Pemerintah Jawa Barat.
Hal yang penting, saya hadir di sini, ingin mendengar dan mencatat, masukan apa saja yang perlu kami masukan dalam raperda, kata politisi asal Tasikmalaya itu.


Narasumber kedua, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren Ahmad Tazakka Bonanza. Ada tiga hal yang Aka Bonanza sampaikan: pertama, tentang 4 potensi pesantren, yaitu kiai, santri, alumni dan lahan wakaf; kedua, untuk mencapai kemandirian selain melalui edukasi mindset, edukasi teknis, serta penguatan skill keuangan dan managemen, juga menjawab masalah yang dihadapi pesantren yang itu kekurangan akse informasi dan modal; dan ketiga, untuk mencapai kemandirian ekonomi adalah pendampingan terhadap pesantren. Yang paling penting adalah berjamaah dalam ekonomi.
Point terpentingnya adalah berjamaah. Sebab dengan berjamaah, semua kendala, mulai dari kendala permodalan, kendala produksi, sampai kendala pemasaran, akan terselesaikan. Di sinilah kita perlu bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi di pesantren, kata pengurus Pesantren Idrisiyah Tasikmalaya itu.


Selanjutnya Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council DPP IAEI/Praktisi Bisnis Syariah Muhammad Hasan Gaido mengatakan bahwa pesantren harus diberikan ruang dan peluang besar untuk mendidik anak bangsa dan juga untuk membangun ekonomi perdagangannya. Dia mendukung penuh keberadaan Kadin Pesantren, bahkan memberikan peluang untuk bekerjasama.
Saya tantang Kadin Pesantren. Mohon siapkan program pertaniannya, saya ada lahan di Bandung Soreang sekitar 1 sampai 2 hektar bisa kerja sama bagi hasil. Kalau di Banten mau 100 hektar, saya siapkan apa programnya, kata Muhammad Hasan Gaido.


Materi dari narasumber keempat, Syamsu Alam Darwis, juga menarik. Staff Atase Perdagangan KBRI Cairo ini berbagi tentang Strategi Pasar Produk Pangan Pesantren ke Timur Tengah dan Afrika. Syamsu menegaskan bahwa posisi pesantren di Era Normal Baru harus menjadi pemain.
“Pelaku usaha di lingkungan pesantren sudah saatnya untuk mulai menjajaki pasar ekspor. Walaupun dengan tingkat produksi yang masih terbatas, peluang menjual produk di negeri orang sangat terbuka. Terutama di negara-negara Timur Tengah”. Ungkap Syamsu
Aktivis PPMI Mesir era reformasi ini mengungkapkan bahwa untuk menembus pasar ekspor, para operating company milik pesantren harus dibekali pemahaman yang memadai. Baik dari segi standar produk, maupun jangkauan pasar di luar negeri. “Pasar ekspor yang peluangnya besar, ada di sejumlah negara Timur Tengah. Seperti ke Mesir dan Arab Saudi , serta beberapa negara lainnya,”
Beliau juga mengharapkan pesantren dapat menjadi lokomotif industri pangan, industri farmasi-herbal, industri kreatif dan produk lainnya yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Narasumber terakhir Hasminto Yusuf. Salah satu tim inisiator Kadin Pesantren ini menyampaikan 3 (tiga) program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren untuk mendukung pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia. Pertama, pengembangan berbagai unit usaha berpotensi yang memanfaatkan kerjasama antarpesantren. Kedua, mendorong terjalinnya kerjasama bisnis antarpesantren melalui penyediaan marketplace khusus produk usaha pesantren sekaligus business matching. Ketiga, pengembangan holding pesantren. Dalam konteks holding pesantren inilah yang menjadi titik tolak pengembangan konsep Kadin Pesantren. Tentu konsep Kadin Pesantren agak berbeda dengan organisasi KADIN Indonesia yang semua kita kenal yaitu, organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian dan didirikan pada 24 September 1968 & diatur dalam UU Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Kadin Pesantren merupakan sebuah holding pesantren yang sekaligus sebagai akselerator dan konsolidator IKM & UKM pesantren.
Istilah kadin dalam konteks pesantren bukan seperti Kadin Indonesia bersifat kuasi dari pemerintah atau sebuah lembaga yang diatur dalam UU Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Melainkan hanya miniatur untuk laboratarium kewirausahaan, training center dan inkubasi bisnis di lingkungan usaha pesantren. Lebih kepada pendampingan dan advokasi terhadap pesantren di bidang ekonomi yang secara kelembagaan diarahkan untuk menjadi sebuah investment company,” kata peneliti INSED itu.
TGB M. Zainul Majdi, Dalam closing statementnya, menyarankan agar antara investasi dan bisnis di pesantren harus disinergikan. Hal itu untuk dapat mencukupkan ketersediaan pangan santri dan pesantren, dan juga berkontribusi dalam mensuplai bagi kehidupan warga masyarakat, dan untuk memenuhi pasar ekspor dan pasar domestik.


Webinar hampir 3 jam itu, ditutup dengan sambutan dan doa oleh Direktur Wasathiyyah Center Dr. Abas Mansur Taman, MA. Dalam sambutannnya, Abas Mansur Taman mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dan berharap webinar ini menghasilkan kemandirian pesantren.


Terima kasih kepada semuanya. Semoga acara ini menjadi tangga bagi kita untuk menuju kemandirian di pesantren, pungkas tim penggagas Pesantren Internasional atau International Islamic Boarding School (IIBS) Kamojang itu. […]

Penulis, Ketua KKSS Luar Negeri, Mesir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam