iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

KADIN BULUKUMBA DORONG GENERASI MUDA KUASAI SKILL, SMK GO GLOBAL DINILAI JADI SOLUSI PERLUAS KESEMPATAN KERJA

waktu baca 5 menit

Loading

Bulukumba, Suaralidik.com, 26 Agustus 2026 — Dunia ketenagakerjaan terus menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persaingan mendapatkan pekerjaan tidak lagi hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga oleh kemampuan, keterampilan, sertifikasi kompetensi, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan menghadapi kebutuhan industri.

Melihat kondisi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bulukumba memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah melalui penguatan pendidikan vokasi dan Program SMK Go Global, yang dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi persaingan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum KADIN Bulukumba Bidang Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan, Muh Darwis K, saat berbincang bersama sejumlah rekan KADIN dan APINDO Bulukumba dalam agenda ngopi pagi di Warkop Jallo, Bulukumba, Rabu (26/8/2026).

Menurut Muh Darwis K, pemerintah perlu terus memperkuat program pendidikan dan pelatihan yang benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang terus mendorong peningkatan keterampilan generasi muda. Hari ini ijazah saja tidak cukup. Anak-anak kita harus memiliki skill, kompetensi, sertifikasi, kemampuan bahasa dan mental kerja agar mampu bersaing, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar kerja global,” ujar Muh Darwis K.»

Ia menilai, Program SMK Go Global memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kebutuhan ketenagakerjaan saat ini. Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengembangkan program tersebut sebagai upaya memperluas akses lulusan SMK terhadap peluang kerja formal dan profesional di pasar internasional.

Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan kompetensi generasi muda dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara. Pemerintah juga mendorong agar lulusan yang mengikuti program tidak hanya menjadi pekerja dengan keterampilan dasar, tetapi berkembang menjadi skilled worker yang memiliki kompetensi sesuai standar negara tujuan.

BUKAN SEKADAR MENCARI PEKERJAAN

Muh Darwis K mengatakan, konsep pendidikan vokasi harus diarahkan bukan sekadar menghasilkan lulusan, tetapi menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar siap digunakan oleh industri.

Menurutnya, sekolah, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri harus duduk bersama untuk memastikan kompetensi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kita jangan hanya mengejar jumlah lulusan. Yang lebih penting adalah berapa banyak lulusan yang benar-benar siap bekerja, berapa yang mampu berwirausaha, dan berapa yang memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui industri,” katanya.

Ia menambahkan, dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan praktis, disiplin, mampu beradaptasi dengan teknologi, memahami keselamatan dan kesehatan kerja, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus dibarengi dengan magang, sertifikasi kompetensi, pelatihan bahasa asing, pembinaan karakter, serta keterlibatan langsung dunia industri dalam proses pendidikan.

Pemerintah sendiri pada 2026 juga memperkuat program sertifikasi kompetensi bagi murid SMK agar lulusan memiliki kompetensi yang terstandar dan semakin dipercaya oleh dunia industri.

SMK GO GLOBAL BUKA PELUANG PASAR KERJA INTERNASIONAL

Program SMK Go Global menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk memperluas kesempatan lulusan SMK memasuki pasar kerja internasional.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah melakukan pemetaan antara minat dan kompetensi generasi muda dengan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan sektor, jabatan, kompetensi, negara tujuan dan kebutuhan pasar kerja.

Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat membangun ekosistem mulai dari penyiapan kompetensi, peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi, akses informasi lowongan, proses penempatan hingga perlindungan pekerja migran.

Pemerintah juga menekankan bahwa kesempatan bekerja ke luar negeri harus ditempuh melalui jalur resmi dan prosedural sehingga calon pekerja mendapatkan perlindungan yang memadai.

KADIN: GENERASI MUDA BULUKUMBA HARUS BERANI BERSAING

Muh Darwis K berharap kebijakan nasional tersebut dapat diterjemahkan hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, Bulukumba memiliki banyak generasi muda potensial yang dapat dikembangkan menjadi tenaga kerja terampil maupun wirausahawan.

Ia mendorong pemerintah daerah, sekolah, lembaga pelatihan, KADIN, APINDO dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik.

“Kami di KADIN siap mendorong komunikasi antara dunia usaha, dunia industri dan pemerintah. Anak-anak muda Bulukumba harus diberikan informasi dan akses yang seluas-luasnya untuk meningkatkan keterampilan mereka,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak memandang pendidikan vokasi sebagai pilihan kedua.

Menurutnya, perkembangan dunia kerja justru menunjukkan bahwa tenaga kerja dengan keterampilan spesifik semakin dibutuhkan.

“Jangan berpikir bahwa kalau tidak masuk perguruan tinggi berarti tidak punya masa depan. Sekolah vokasi yang ditunjang skill dan sertifikasi justru bisa membuka jalan ke dunia industri, membuka usaha sendiri, bahkan membuka peluang kerja ke luar negeri,” katanya.

MENDORONG LAHIRNYA TENAGA KERJA TERAMPIL

Lebih jauh, Muh Darwis K menilai bahwa program pemerintah harus diarahkan untuk menghasilkan generasi muda yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja.

Menurutnya, pendidikan keterampilan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan pengangguran dan kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Ia berharap implementasi SMK Go Global dan berbagai program pendidikan vokasi lainnya dapat dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kita ingin anak muda Indonesia, khususnya anak muda Bulukumba, punya pilihan masa depan yang lebih luas. Mereka bisa bekerja di perusahaan nasional, bekerja di industri daerah, menjadi entrepreneur, atau bersaing di pasar kerja internasional. Kuncinya adalah skill, kompetensi, disiplin dan kemauan untuk terus belajar,” tegasnya.

Program pemerintah di bidang vokasi juga menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi bukan hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK yang akan bekerja di luar negeri. Pemerintah melalui program pendidikan kecakapan kerja dan kewirausahaan juga mendorong masyarakat usia produktif untuk memperoleh keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

Muh Darwis K menegaskan, KADIN Bulukumba akan terus mendorong terciptanya hubungan industrial yang sehat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri dan generasi muda.

“Kalau kita ingin mengurangi pengangguran, maka jangan hanya bicara lapangan pekerjaan. Kita juga harus menyiapkan manusianya. Lapangan kerja harus bertemu dengan tenaga kerja yang punya kompetensi. Di situlah pentingnya pendidikan vokasi dan program seperti SMK Go Global,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam