iklan banner pemrov sulsel
Nasional

[HOAKS] AS Menangkap Ilmuwan Harvard yang Menjual Virus Corona ke Tiongkok

waktu baca 4 menit

Sebuah video yang ditonton hampir dua juta kali di Twitter memperlihatkan pihak berwenang Amerika Serikat berbicara kepada jurnalis dengan klaim orang-orang di video sedang mengumumkan penangkapan seorang ilmuwan Universitas Harvard karena memproduksi dan menjual virus corona ke Tiongkok. Tetapi klaim tersebut salah: tayangan di video tidak ada hubungannya dengan COVID-19 dan para ilmuwan membantah bahwa virus corona jenis baru dibuat oleh manusia.

Postingan di Twitter ini telah dibagikan lebih dari 200 kali sejak diunggah tanggal 7 April 2020.

Cuitan itu membagikan cuitan lainnya dalam bahasa Inggris tertanggal 5 April 2020, yang berisi video berdurasi 1 menit 48 detik dan telah ditonton setidaknya 1.8 juta kali. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Cuitan berbahasa Indonesia itu tertulis: “Ada perkembangan baru, AS baru saja menangkap dr.Charles Lieber yang produksi virus corona untuk di jual di China. Hukuman mati tidak cukup untuk manusia jahat ini”.

Sedangkan cuitan berbahasa Inggris berisi pesan yang mirip namun dengan tambahan posisi Charles Lieber sebagai “kepala departemen kimia dan biologi Universitas Harvard.”

Menurut profil dirinya di website Universitas Harvard di sini, Charles M. Lieber adalah seorang profesor di Departemen Kimia dan Biokimia di kampus tersebut.

Klip video itu memperlihatkan petugas penegak hukum Amerika Serikat dalam sebuah konferensi pers.

“Kami di sini hari ini dalam rangka mengumumkan tiga kasus berbeda yang menggarisbawahi ancaman spionase ekonomi dan pencurian riset Tiongkok,” kata salah seorang pria di video tersebut. 

Virus corona jenis baru, atau COVID-19, telah positif menginfeksi lebih dari 1.8 juta orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 117.000 orang sejak kasus pertama penyakit mematikan itu ditemukan di Tiongkok di akhir tahun 2019, menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 15 April ini.

Potongan video yang sama juga dibagikan di sini dengan klaim yang sama.

Klaim menyesatkan itu juga dibagikan di Facebook di sini dan di sini tanpa video.

Video yang mirip, menampilkan dua orang petugas penegak hukum memberikan keterangan pers yang sama, juga dibagikan di sini dalam bahasa Inggris dengan klaim Amerika Serikat menangkap ilmuwan Tiongkok yang “membuat” virus corona.

Semua klaim tersebut salah; tayangan di video tidak ada hubungannya dengan COVID-19 dan para ilmuwan membantah bahwa virus corona jenis baru dibuat oleh manusia. 

Pencarian gambar terbalik menggunakan tangkapan layar yang dibuat dengan InVID-WeVerify menemukan versi asli video itu sebelumnya telah diunggah di YouTube di sini oleh stasiun TV WCVB Channel 5 di Boston pada tanggal 28 Januari 2020. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul unggahan itu berbunyi: “Kepala departemen Harvard ditangkap dengan tuduhan menyembunyikan hubungan dengan Tiongkok”. 

Ilmuwan yang ditangkap

Konferensi pers tentang penangkapan ilmuwan Harvard itu juga dilaporkan oleh harian The Boston Globe ini pada tanggal 28 Januari 2020. 

Dalam konferensi pers itu, jaksa Andrew Lelling dari Massachusetts dan kepala FBI Boston, Joseph Bonavolonta, mengumumkan penangkapan seorang ilmuwan Harvard dan dua orang berkebangsaan Tiongkok karena dugaan menyembunyikan hubungan mereka dengan Tiongkok.

AFP melaporkan bahwa jaksa penuntut menjerat kepala departemen kimia dan biokimia Universitas Harvard, Charles Lieber, dengan tuduhan menyembunyikan keterlibatannya dalam sebuah program pemerintah Tiongkok yang oleh otoritas keamanan disebut mencuri rahasia perdagangan. 

Dua ilmuwan lainnya, keduanya berkewarganegaraan Tiongkok, juga dijerat hukum sebagai bagian penyidikan atas ratusan kasus pencurian yang diduga dilakukan oleh ilmuwan Tiongkok di Amerika Serikat.

Tidak sekalipun konferensi pers itu menyebut soal wabah virus corona. 

Bukan buatan manusia

Para ahli telah membantah teori yang menyebut virus corona jenis baru secara sengaja dibuat manusia. Dalam surat yang diterbitkan dalam media jurnal The Lancet, berbagai ilmuwan kesehatan masyarakat mengatakan virus tersebut “berasal dari alam”.

“Kami bersama-sama mengutuk secara tegas teori konspirasi yang menyebut COVID-19 bukan berasal dari alam. Para ilmuwan dari berbagai negara … telah banyak menyimpulkan bahwa virus corona ini berasal dari alam, sebagaimana patogen lainnya,” tulis surat tersebut.

Para ilmuwan dari Ohio State University di Amerika Serikat juga menerbitkan laporan ilmiah dengan kesimpulan “tidak ada bukti kredibel” bahwa virus corona jenis baru diciptakan di laboratorium.

Sumber: www.periksafakta.afp.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam