Hampir Sebulan Ditutupi, Pembunuhan Sadis PMI Asal NTT di Ladang Sawit Sarawak Akhirnya Terungkap
MIRI, MALAYSIA – Kasus pembunuhan keji yang menewaskan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Sarawak, Malaysia, akhirnya terungkap ke publik. Peristiwa berdarah yang menimpa korban di kawasan Sungai Asap, Miri ini sempat tersembunyi selama hampir satu bulan sebelum akhirnya mencuat pada Minggu (17/5/2026).
Korban diketahui bernama Marsel Pole, seorang pria asal Desa Bonleu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Korban selama ini bekerja di sebuah ladang kelapa sawit pribadi milik warga asli tempatan di Sungai Asap tanpa dokumen resmi (paspor).
Jasad korban ditemukan mengenaskan di tepi sungai dengan sekujur tubuh penuh luka robek akibat hantaman senjata tajam, serta luka fatal di bagian kepala yang hampir putus. Pihak keluarga menduga kuat korban sengaja dihabisi oleh rekan kerjanya sendiri yang akrab disapa “Yok” (asal Amanatun, NTT) bersama dengan istrinya.
Kronologi Kejadian
Aksi pembunuhan tragis ini diperkirakan terjadi pada Minggu sore, 19 April 2026 silam. Kejadian bermula saat korban bersama kakak kandungnya dan terduga pelaku (Yok) pergi ke kantin ladang untuk mengambil barang.
Saat hendak pulang, kakak korban memutuskan untuk kembali ke kediaman lebih dulu.
Sementara itu, korban memilih tetap tinggal di kantin bersama pasangan suami istri tersebut. Namun hingga menjelang sore, korban tidak kunjung pulang, membuat sang kakak gelisah dan kembali ke kantin. Saat tiba, kantin sudah dalam kondisi kosong.
Kakak korban kemudian melakukan pencarian dan bertemu dengan seorang warga asli tempatan. Warga tersebut menginformasikan bahwa ia sempat melihat korban berjalan ke arah sungai bersama Yok dan istrinya.
Diselimuti rasa curiga yang kuat, kakak korban langsung berlari menuju sungai. Dugaan tersebut berbuah kenyataan pahit saat ia menemukan adiknya sudah terbujur kaku tak bernyawa dengan luka robek senjata tajam di sekujur tubuh.
Alasan Baru Terungkap dan Pelaku Buron
Kasus ini baru mencuat ke media pada 17 Mei 2026 karena kakak korban sebelumnya didera rasa takut dan gelisah yang luar biasa akibat status kerja mereka yang non-prosedural (tanpa dokumen resmi) di ladang pribadi tersebut. Namun, didorong oleh rasa duka mendalam dan keinginan kuat untuk mendapat keadilan bagi adiknya, sang kakak akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara.
Pasca-kejadian pembunuhan, terduga pelaku “Yok” beserta istrinya dilaporkan langsung melarikan diri dari lokasi ladang kelapa sawit tersebut. Hingga saat ini, keberadaan pasangan suami istri tersebut masih misterius dan berstatus buron.
Pihak keluarga korban kini menuntut keadilan penuh dan mendesak otoritas terkait serta pihak kepolisian setempat untuk segera mengusut tuntas, mengejar, dan menangkap pelaku beserta istrinya guna diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kontributor suaralidik









