Gubernur Sulsel Dinilai Berbicara Tanpa Takaran, Sekjen Lidik Pro: Jangan Politisasi Pembangunan dengan Diksi Ancaman
![]()
MAKASSAR, Suaralidik.com – Pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, belakangan ini menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu kritikan keras datang dari Sekretaris Jenderal Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO), Muh. Darwis K.
Pernyataan Gubernur yang melontarkan kalimat “semakin tanam pisang, semakin saya tidak bangun (jalan)” dinilai sangat tidak etis dan mencederai perasaan masyarakat. Menurut Muh. Darwis K., seorang pemimpin seharusnya mengedepankan tutur kata yang edukatif dan merangkul, bukan justru melontarkan pernyataan yang terkesan sebagai ancaman terhadap pembangunan daerah.
“Menjadi orang nomor satu di Sulawesi Selatan adalah amanah. Memang benar Gubernur memiliki hak bicara, namun harus bijak dalam menyampaikan pesan agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Kalimat tersebut menjadi kontradiksi dan memicu keresahan, karena pembangunan infrastruktur adalah kewajiban negara, bukan komoditas politik untuk mengancam rakyat,” ujar Muh. Darwis K. saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Kalimat Penegasan:
“Kami di Lidik Pro menegaskan bahwa jabatan Gubernur bukanlah alat untuk mempolitisasi pembangunan. Jangan karena merasa berkuasa, lantas berbicara tanpa takaran yang matang. Kami mendesak Gubernur untuk berhenti melontarkan pernyataan yang kontraproduktif dan segera fokus pada kewajiban konstitusionalnya dalam memberikan pelayanan publik serta pembangunan yang merata bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, tanpa diskriminasi. Rakyat membutuhkan bukti kerja nyata, bukan narasi yang merendahkan aspirasi mereka.”
Muh. Darwis K. berharap agar ke depannya, Gubernur Sulsel dapat lebih berhati-hati dalam berkomunikasi publik dan mengajak masyarakat dengan kalimat yang lebih solutif, santun, serta menyejukkan suasana.









