iklan banner pemrov sulsel
Banner PDAM Makassar

Gerakan Sedekah Andalan Mengaji, Semangat Positif Untuk Sulsel

waktu baca 2 menit
Gerakan Sedekah Andalan Mengaji

Makassar, suaralidik.com – Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa bersedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan akhlak seorang muslim, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Kesucian itu sebagian dari iman, dan kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim)

Gerakan Andalan Mengaji kembali mengadakan kegiatan Jumat berkah di 9 titik di Kota Makassar, Jumat (1/11). Kegiatan ini rutin dilaksanakan, kali ini mengambil Lokasi di adakan di Borong, Abdesir, Prof Basalama, Pontiku, Korban 40.000 jiwa, Sunu, Tello, Ahmad Yani, dan Parang tambung.

Andalan Mengaji berawal dari gagasan seorang Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina. Gagasan itu pun tak serta merta datang begitu saja, ada proses yang mengawalinya.

Amanah itu datang dari inisiatif berbagi kepada sesama, hanya Allah Subhanahu Wataala yang membuat gerakan ini terjadi, aktifitas kegiatan Andalan Mengaji adalah Kajian Bulanan dan Jumat berbagi.

“Saya yakin, jika kegiatan ini dilakukan secara konsisten, kesadaran kita untuk peduli pada ranah sosial akan ikut terseret. Apalagi ini kegiatan bersedekah,

” ujar Isnaeni haerany rahman, Koordinator Andalan Mengaji.

Bersedekah sebagaimana Tertulis dalam Surat Al-Baqarah ayat 261,

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” ***ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *