Firdaus Gigo Atawuwur: Kata ‘IMSAK’ Dalam Bulan Puasa Ramadhan
Tulisan tentang kata ‘imsak’ muncul dari salah seorang muallaf bernama Firdaus Gigo Atawuwur, Muallaf yang semakin serius mendalami seputar islam sejak 5 tahun terakhir. dalam bulan suci ramadhan 1439 H / 2018 M, Firdaus menulis sebuah tulisan kemudian disebarkannya melalui group-group WA tentang makna dan tujuan kata ‘imsak’
Firdaus yang dikonfirmasi langsung mengungkapkan kalau tulisan ini bukan cara pandang muslim pada umumnya tetapi cara pandang dirinya dari hasil penulusuran riwayat nabi muhammad saw selama dalam bulan suci ramadhan .
Melalui beberapa hadist, Ia menuliskan sebuah pandangan singkat tentang kata ‘imsak’ yang banyak digunakan ummat muslim di indonesia.
Apa itu IMSAK??
Dari beberapa artikel yang membahas tentang kata ‘imsak’ di Indonesia, istilah imsak umumnya digunakan sebagai pengingat agar bersiap-siap menyudahi makan sahur sebelum adzan subuh dikumandangkan. … Selisih waktu imsak dan waktu subuh berkisar 10 menit.
Imsak hanya dikenal di Asia Tenggara (Khususnya Indonesia), kemungkinan yang membuat ajaran Imsak ini berniat baik agar kita ada waktu untuk bersiap diri melaksanakan Sholat Dan mempersiapkan waktu terbitnya fajar.
Namun dilupakan bahwasannya Islam yang diajarkan Rasulullah Saw sudah sempurna sehingga tidak perlu ditambah atau dikurangi lagi. Akibatnya pada hari ini banyak umat menganggap batas akhir makan sahur adalah Imsak sehingga menghilangkan ajaran Rasulullah Saw yang sesungguhnya.
Dalil atau hadist menyebutkan:
“Jika salah seorang dari Kamu Mendengar Adzan Sedangkan ia Masih Memegang Piring (Makanan), Maka Janganlah Ia Meletakkannya Hingga Ia Menyelesaikan Hajatnya (makannya).
[HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dishahihkan oleh Adz Zahabi]
Ibnu Umar berkata, “Alqamah Bin Alatsah Pernah Bersama Rasulullah, Kemudian Datang Bilal akan mengumandangkan adzan, kemudian Rasulullah Saw Bersabda, “Tunggu sebentar wahai bilal..!, Alqamah sedang makan sahur”.
[Hadist ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani]
“Dan Makan Dan Minumlah Kamu Hingga Terang Bagimu Benang Putih Dan Benang Hitam Yaitu Fajar”. (QS Al Baqarah 2 : 187)
Jadi sahabatku,Batas Santap Sahur Adalah waktu fajar (saat adzan subuh/fajar), Bukan IMSAK.
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah”. (QS Al Hasyr 59 : 7)
Firdaus menyimpulkan kalau batas waktu sahur itu adalah saat adzan shubuh dan bukan 10 atau 20 menit sebelum sholat subuh. Apakah ada dalil yang menerangkan kalau batas sahur 1 atau 2 menit sebelum adzan shubuh? Wallahu alam.. ,Insya allah sesion berikutnya akan saya tulis lebih lengkap lagi, ini baru awal saja. tutup Firdaus.










