Festival Ramadhan Bangkit Volume 2 Resmi Ditutup, UMKM Bantaeng Raup Omzet Miliaran Rupiah
BANTAENG, RADAR SELATAN — Festival Ramadhan Bangkit (FRB) Volume 2 Tahun 2026 resmi ditutup dengan capaian luar biasa. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Hijau Pantai Seruni ini berhasil mencatat total omzet sebesar Rp2.198.988.000 selama pelaksanaannya.
Penutupan festival yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin yang akrab disapa Uji Nurdin. Ia hadir didampingi Ketua TP PKK Bantaeng, Gunya Paramashukaputri, serta turut dihadiri Ketua DPRD Bantaeng, unsur Forkopimda, dan para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Festival yang berlangsung sejak 21 Februari hingga 17 Maret 2026 ini sukses menjadi magnet ekonomi dan hiburan masyarakat. Sebanyak 102 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan seluruh tenant diberikan fasilitas secara gratis tanpa dipungut biaya.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Bantaeng,” ujar Uji Nurdin.
Sementara itu, Ketua Harian Festival, Rudi Naswin, dalam laporannya mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan festival.
“Kami melaporkan bahwa antusiasme masyarakat Bantaeng dan sekitarnya sangat luar biasa. Berdasarkan data transaksi yang kami himpun selama kurang lebih 25 hari pelaksanaan, total omzet yang dihasilkan UMKM mencapai Rp2.198.988.000. Angka ini menunjukkan peningkatan daya beli serta kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal,” jelasnya.
Selain menjadi ajang ekonomi, Festival Ramadhan Bangkit juga menjadi wadah syiar dan kreativitas. Tercatat sebanyak 12 jenis lomba bertema islami dan seni budaya digelar, dengan ratusan peserta dari berbagai kalangan. Panggung utama festival pun setiap harinya diramaikan oleh berbagai penampilan bakat lokal.
Festival ini diketahui merupakan inisiasi dari Putri Nurdin dan telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Sebagai penanggung jawab kegiatan, Putri Nurdin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan festival ini ke depan.
“Kami akan mengusahakan Festival Ramadhan Bangkit menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Kehadiran FRB ini menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan kembali UMKM di Bantaeng,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Salah satu tenant yang mencuri perhatian adalah Milo House yang mampu meraup omzet harian berkisar Rp3 hingga Rp5 juta, menunjukkan tingginya potensi ekonomi dalam kegiatan ini.
Penutupan Festival Ramadhan Bangkit Volume 2 berlangsung meriah dan ditandai dengan pesta kembang api, menjadi penutup indah dari rangkaian kegiatan yang penuh semangat kebersamaan, ekonomi kerakyatan, dan nuansa religius.
Dengan capaian ini, Festival Ramadhan Bangkit semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu agenda strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata di Kabupaten Bantaeng.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan