Evaluasi Kinerja Pertanahan Sulsel, Kantah Wajo Jadi Bagian dari Penguatan Target dan Kualitas Layanan
![]()
WAJO,SUARALIDIK.COM Evaluasi kinerja pertanahan di Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti sejumlah pekerjaan yang perlu dipercepat, mulai dari penyelesaian kegiatan pendaftaran tanah, peningkatan kinerja survei dan pemetaan, hingga optimalisasi realisasi anggaran. Kantor Pertanahan Kabupaten Wajo menjadi bagian dari evaluasi tersebut dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Pelaksana II Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Berdasarkan materi evaluasi, kinerja pendaftaran tanah di Sulawesi Selatan telah mencapai 77,43 persen. Namun, sejumlah kendala masih membutuhkan tindak lanjut, terutama terkait kualitas data, penyelesaian kegiatan fisik, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.Di bidang survei dan pemetaan, persoalan durasi layanan pengukuran terjadwal yang melampaui standar juga menjadi perhatian. Dokumen evaluasi mencatat bahwa 87 persen kantor pertanahan memerlukan perhatian terkait durasi pelaksanaan layanan pengukuran yang melebihi 11 hari.Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pengawasan dan koordinasi agar pelaksanaan program pertanahan berjalan sesuai target, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Kantah Wajo Masuk dalam Evaluasi Kinerja Penataan RuangPada aspek penataan ruang, materi evaluasi mencatat realisasi sebesar 44 persen pada empat kantor pertanahan, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Wajo, bersama kantor pertanahan lain yang disebutkan dalam dokumen.Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran pelaksanaan program di daerah yang perlu dicermati dalam upaya mencapai target kinerja.
Evaluasi juga menyoroti perlunya sinkronisasi data antarsistem serta koordinasi yang lebih baik antara unit pelayanan pertanahan dan instansi yang menangani perencanaan tata ruang.Selain itu, Kabupaten Wajo turut disebut dalam pembahasan kegiatan kerja sama pemanfaatan Zona Nilai Tanah (ZNT). Saat evaluasi berlangsung, pengumpulan data sampel untuk pembaruan peta zona masih menjadi bagian dari proses yang berjalan.Peta ZNT memiliki peran penting sebagai informasi nilai tanah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan pertanahan. Karena itu, kualitas dan pemutakhiran data menjadi aspek penting dalam pelaksanaannya.Percepatan Program dan Pembenahan Data Jadi PerhatianSecara keseluruhan, evaluasi kinerja pertanahan Sulawesi Selatan juga menyoroti realisasi anggaran yang mencapai 64,72 persen pada September. Penyerapan belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar 40,31 persen, dengan sejumlah kendala berupa kegiatan fisik yang belum selesai, pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta penyesuaian kegiatan belanja.Dalam tindak lanjutnya, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan diminta mempercepat penyelesaian kegiatan fisik, memastikan kegiatan yang telah selesai segera ditindaklanjuti secara administratif dan keuangan, serta memperkuat pengawasan terhadap program yang berpotensi mengalami keterlambatan. Evaluasi juga mencakup percepatan penyelesaian pekerjaan pendaftaran tanah, peningkatan kualitas data, digitalisasi peta, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dalam sertifikasi aset dan pelaksanaan program pertanahan.Bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Wajo, hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program sesuai target dan meningkatkan kualitas tata kelola pertanahan. Ketepatan data, penyelesaian pekerjaan, dan koordinasi lintas sektor menjadi aspek penting untuk mendukung pelayanan yang semakin efektif.Peningkatan kinerja pertanahan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pencapaian angka dan target administratif, tetapi juga dengan kepastian proses pelayanan, kualitas informasi pertanahan, serta dukungan terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.









