iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Duduki Kantor Kejaksaan Bulukumba, HMI Desak Copot Kajari

waktu baca 2 menit
HMI demo kejaksaan Bulukumba. Senin (18/9/17).

Loading

HMI demo kejaksaan Bulukumba. Senin (18/9/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bulukumba, kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Senin (18/9/17).

Kali ini, mereka turun ke jalan dengan agenda meminta Kejati Sulsel untuk mengevaluasi kinerja dari Kejaksaan Negeri Bulukumba.

“Kami medesak Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk mencopot Kajari,” kata Rakhmat Fajar, Ketua HMI Bulukumba dalam orasinya di depan Kejaksaan Bulukumba.

Hal itu diteriakkan Fajar bukan tanpa alasan, pasalnya menurut ia banyak kasus yang kini ditangani kejaksaan mandek.

“Bayangkan kasus akper dan pengadaan motor dinas di BKP belum ada kejelasnya. Tersangkanya sudah buron bertahun tahun tapi kejaksaan belum bisa menangkap. Makanya kami desak Kejari segera mengevaluasi kinerja kejaksaan Bulukumba,” jelasnya.

Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Femi Nasution yang menemui pendeno berjanji akan bekerja maksimal untuk menangkap para dpo hanya saja pihak kejaksaan butuh kerjasama banyak pihak.

“Kalau kasus pengadaan kapal itu sudah DPO tersangkanya Mub Sabir dan H arifuddin,” singkatnya.

Sementara dari pantauan, puluhan aktifis HMI awalnya berunjuk rasa di perempatan Teko bergerak dari sekretariat cabang di Jalan Candana menuju perempatan Teko. Dalam orasinya, koordinator lapangan, Adi Tompel mengatakan aksi kembaki digelar dalam rangka pengawalan Hmi terhadap mendeknya sejumlah kasus yang ditangani pihak kejaksaan.

HMI juga meminta Pemkab Bulukumba untuk tidak memperpanjang kontrak PT Lonsum yang akan berakhir pada 2020 mendatang.

Adi menjelaskan selain agenda aksi ke Kejaksaan, pihaknya juga mempertanyakan status PT Lonsum yang dinilai pihaknya selama berada di Bulukumba belum banyak memberikan kontribusi untuk daerah. Termasuk pengelolaan dana CSR yang dinilai peruntukan dan pengelolaanya yang tidak jelas. Padahal Hmi menilai Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) telah diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) serta Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas (“PP 47/2012”) dan Perda nomor 2 tahun 2016 tentang dana CSR.

“Kalau PT Lonsum tidak memberikan asaz manfaat untuk daerah secara menyeluruh lebih baik angkat kaki saja. Soal pengelolaan dana CSR PT Lonsum yang diatur dalam perda juga tidak jelas. Saya beri contoh jika keuntungan Lonsum hingga Rp1 miliar maka menurut aturan Lonsum harus mengeluarkan CSR sebesar 3 persen atau Rp30 juta. Selain itu kami juga meminta Kejati mencopor saja Kejari Bululumba jika tidak bisa menuntaskan kasus Akler dan Pengadaan Motor Dinas di BKP,”tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization