DTPHP Bulukumba Minta Basmi Sulsel Menunjukan Bukti Keberadaan Petani Fiktif Yang Menerima Bantuan Pupuk Bersubsidi
Bulukumba, Suaralidik.com – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bulukumba Sulsel, Emil Yusril,.SP.MP meminta Basmi Sulsel menunjukan bukti-bukti keberadaan petani fiktif yang menerima bantuan pupuk bersubsidi, karena jelas ini berita hoax dan tidak memiliki alat bukti. Rabu (19/05/2021)
DTPHP Tidak Memiliki Wewenang Mendistribusikan Pupuk
Hasil penulusuran, terdapat pemberitaan tentang oknum yang mengaku dari Basmi Sulsel yang menyebutkan tentang petani fiktif dan mengkaitkan nama DTPHP Bulukumba.
“Kelompok Tani Fiktif ini nanti nya menerima bantuan berupa pupuk bersubsidi. Setelah Kelompok Tani Fiktif ini menerima pupuk bersubsidi tersebut dijual kembali ke para pejual pupuk, disinilah kerja mereka rapi persis mafia,” kesal Akmal dikutip dari salah satu media.
Tidak sampai disitu, mereka terus beropini dimedia tanpa melakukan konfirmasi sama sekali kepada pihak yang selalu dicemarkan namanya dalam kontent.
Hal ini yang mendorong Emil meminta kepada pihak yang mengatasnamakan dirinya sebagai Basmi Sulsel menunjukkan bukti itu.
Menyikapi ini, Emil Menilai apa yang disampaikan Basmi Sulsel jauh panggang dari api, mengingat persoalan pupuk bukan kewenangan DTPHP untuk mendistribusikan pupuk ke kelompok tani melainkan distributor itu sendiri.
Baca Juga : Kapolri Bersama Kementan Bahas Swasembada Beras dan Pendistribusian Pupuk Bersubsidi
Jadi sangat tidak logis manakala ada pihak-pihak dalam Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan ikut menyalurkan pupuk bersubsidi yang dimaksud.
“DTPHP Tidak berkepentingan dalam mengurus masalah pendistribusian pupuk Bersubsidi kami hanya bertugas mengawasi, yang mendistribusikan pupuk itu ya distributor dan pengecernya sendiri. Jika ada permainan sebagaimana yang disampaikan oknum yang mengatasnamakan Basmi Sulsel ya pasti oknum-oknum distributor atau pengecernya sendiri bukan DTPHP, dan jika memang ada permainan yang Basmi Temukan silakan di buktikan.” Jelas Emil saat dikonfirmasi langsung wartawan.
Penyuluh Pertanian Menyesalkan Pernyataan Basmi Sulsel
Salah satu penyuluh pertanian wilayah kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Husnul menyesalkan pernyataan Basmi Sulsel di salah satu media.
Selain itu, Meski hanya seorang penyulu, Husnul juga mempertanyakan kaidah-kaidah jurnalis tentang balance.
Berita yang tidak memenuhi kaidah-kaidah jurnalis tentu justru merujuk ke pencemaran nama instansi dan dapat mengubah mindset pembaca.
“Misalnya pak, saya menulis sebuat berita, kemudian seenaknya saya sebut kejahatan-kejahatan seseorang di dalam berita, sementara oranya tidak saya konfirmasi kemudian diterbitkan beritanya. tentu itu tidak balance, karena tidak ada konfirmasi kepada orang tersebut”, jelasnya.
Lanjut Husnul, “Saya selaku penyuluh menyesalkan pernyataan Oknum Basmi Sulsel atas anam Akmal itu, dia berbicara seolah-olah dia benar-benar memiliki bukti yang valid. Insya Allah kami masih terus memantau terkait pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut oleh para distributor dan pengecer-pengecernya. Aturannya sudah jelas jadi sekali lagi saya rasa hal-hal yang disampaikan Akmal itu hoax.” Kata Husnul Penyuluh Pertanian
Media Seharusnya Mengedukasi Bukan Menyebar Opini Segelintir Orang
Ditempat berbeda, Senada dengan Husnul, salah satu distributor pupuk di Kabupaten Bulukumba yang dihubungi media menyebutkan informasi yang disajikan sipatnya sepihak.
“apa yang disampaikan oknum media melalui pernyataan dari oknum Basmi Sulsel adalah informasi sepihak yang tidak melakukan konfirmasi lebih jauh lagi terkait persoalan yang mereka muat, media seharusnya mengedukasi bukan menyebar opini apa lagi sampai memuat berita-berita yang tidak balance seperti itu.” Tegasnya (*BCHT)






