Bulukumba,Suaralidik.com – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Lembaga Investigasi mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro) Kecamatan Rilau Ale menyesalkan sikap kepala Desa Bulu Lohe, Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba Abdul Rasyid atas dugaan pembiaran pembuatan kolam pada bangunan drainase yang merupakan aset negara yang terletak di Dusun Bulu Lohe dan Parukku Desa Bulu Lohe Kecamatan Rilau Ale.
Ketua DPC Lidik Pro, Ahmad Alvin di dampingi A. Iswan sabagai lembaga kontrol menyampaikan kekecewaannya di hadapan awak media saat ditemui di Sekretariat DPC Lidik Pro yang beralamat di Desa Pangalloang pada Sabtu( 19/06/2020 ) siang.
Alvin sangat menyesalkan sikap kepala Desa Bulu Lohe, Abdul Rasyid yang terkesan membiarkan warganya memelihara ikan lele pada saluran air yang dibangun oleh Pemkab, sementara bantuan ikannya dari bantuan dana desa ( BDD ), harusnya support anggarannya paket dengan pembuatan kolam.
Baca Juga : Lidik Pro Pinrang: Gudang di Bili-bili Berdiri Tanpa Izin
” Harusnya bantuan bibit ikan dipaketkan dengan pembuatan kolam, agar bantuan dapat produktif dan berkelanjutan dalam usaha pemeliharaan ikan,bukan malah menambah masalah dengan membuat kolam pada saluran air, apalagi drainasenya dijalan poros, sangat rawan terjadi penyumbatan dari tumpukan sampah yang bisa mengakibatkan luapan air, alih – alih drainase mau dibersihkan,eh ini malah dijadikan kolam, belum lagi kalau musim kemarau,dimana ikannya mau dipelihara kalau tidak ada kolamnya. “
Alvin sangat kecewa dengan sikap kepala desa Bulu Lohe atas inkonsistennya, ” hari Jum’at ( 12/06 ) saya ditemani wakil ketua DPC Lidik Pro RI Rilau Ale, A. Iswan menemui langsung pak desa mempertanyakan keberadaan drainase yang dijadikan kolam yang diresahkan oleh warga Bulu Lohe, pak desa sendiri menjanjikan akan memindahkan ikannya dalam kurun waktu 3 sampai 4 hari,namun sampai hari ini belum ada realisasinya. ” lanjutnya.
DPC Lidik Pro RI Kecamatan Rilau Ale dalam waktu dekat ini, rencana akan menyurat ke Pemerintah Kabupaten terkait masalah ini agar secepatnya ada tindak lanjut, sekaligus melaporkan bantuan pengadaan bibit ikan lele yang bersumber dari dana desa tanpa ada pembuatan kolam,kami meyakini kalau program ini mubassir karena tidak berkelanjutan, karena pemeliharaan ikan hanya mengandalkan pengairan dimusim hujan, tutup Alvin. ( Ilhm ).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan